HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gatot Akan Dinon-aktif Sementara, Tunggu Surat Resmi KPK

6

HARIANACEH.co.id – Tersangka dalang penyuapan Hakim PTUN Medan, Gatot Pujo Nugroho segera menyandang status non-aktif sementara sebagai Gubernur Sumatera Utara. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Gatot dinon-aktifkan setelah pihaknya menerima surat resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Kami menunggu surat pemberitahuan resmi bahwa Gubernur Sumut ditahan oleh KPK,” kata Tjahjo di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Tjahjo menjelaskan, surat pemberhentian sementara Gatot baru dilayangkan setelah ia menjalani proses persidangan. Jika Gatot terbukti tidak bersalah, maka surat non-aktif sementara akan dicabut kembali. Ia pun meminta warga Sumatera Utara tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah sebelum proses persidangan rampung.

“Baru nanti Mendagri akan memberhentikan sementara kalau (Gatot) sudah proses masa persidangan. Kalau bebas otomatis dicabut kembali dan beliau memimpin lagi, kalau tidak baru ada pemberhentian. Yang penting saya sudah sampaikan ke Pak Wagub Sumut dan masyarakat Sumut tetap kedepankan asas praduga tidak bersalah,” beber dia.

Ditambahkannya, surat resmi dari KPK juga digunakan sebagai rujukan untuk menunjuk Wakil Gubernur Sumut sebagai Pelaksana Tugas Harian (Plt) menggantikan Gatot.

“Menunjuk Wagub Sumut sebagai PLT karena kan enggak mungkin dipimpin oleh Pak Gatot,” pungkas dia.

Penyidik KPK memutuskan menahan Gatot Pujo setelah menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka pada 3 Agustus. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, karena diduga sebagai dalang penyuapan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Terkait kasus yang sama, KPK juga menahan Evy Susanti, istri Gatot, di Rumah Tahanan KPK. Penyidik memeriksa Gatot dan istri sejak pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB keduanya keluar gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan lembaga antikorupsi itu.

Gatot dan Evy dijerat Pasal 6 ayat 1 a, Pasal 5 ayat 1 a atau b, Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 dan 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Tersangka lain kasus ini adalah Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, Dermawan Ginting, seorang panitera Syamsir Yusfan, pengacara dari kantor Advokat OC Kaligis M Yagari Bhastara alias Gerry dan pengacara senior Otto Cornelis Kaligis.

loading...