HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kekeringan Melanda, Petani Beralih Profesi Membuta Batu bata

11

HARIANACEH.co.id – 8.300 hektar lahan pertanian di Kota Serang, Banten, mengalami kekeringan. Tanaman padi yang ditanam di lahan tersebut, gagal panen.

Petani pun mulai beralih profesi menjadi pembuat batu bata. “Sudah lima bulan jadi pembuat batu bata. Untuk sementara, biasanya bertani. Kalau bahasa sininya pindah lakon sementara,” kata seorang petani yang menjadi pembuat batu bata, Soleh, Rabu (05/08/2015).

Warga Kampung Kilasah, Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten ini memanfaatkan tanah dari lahan kering dan tandus untuk membuat batu bata agar dapur mereka tetap ngebul. “Sama-sama menghasilkan jadi apa saja dilakuin, tapi yang paling memungkinkan itu batu bata,” terangnya.

Soleh bersama ratusan petani lainnya terpaksa beralih  profesi dari petani menjadi pembuat batu bata karena tidak bisa menyewa apalagi membeli mesin guna menyedot air dari sungai ke areal persawahannya.

Tak hanya dirinya yang beralih profesi, tetangga desanya di Warung Jaud pun beralih profesi menjadi pembuat batu bata untuk menyambung hidup dan menafkahi keluarganya.

“Satu batu bata dihargain Rp100, jadi saya bisa bikin 500 bata. Sehari biasanya dapat duit Rp50 ribu dari bikin bata ini. Kalau sudah panen, terus enggak kemarau, kita bertani lagi,” tegasnya.

Sementara, pihak kelurahan mengaku sudah mencoba mengatur aliran irigasi dengan membaginya. Namun tetap saja tak bisa mengairi seluruh areal persawahan.

“Sebagian memang bisa dibilang kritis, karena air dari irigasi tidak sampai, tidak ngangkat karena debitnya kecil,” kata Lurah Sawah Luhur, Bahrudin.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat