HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sekda: "Mari Gelorakan Kembali Semangat Gotong-royong"

2

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Gotong-royong adalah sebuah peninggalan budaya indatu atau nenek moyang bangsa Indonesia yang sangat luhur. Semangat gotong-royong bukan semata-mata mengenai kerjasama tetapi lebih dari itu, gotong royong juga merupakan sarana silaturrahmi dan mempererat rasa kekeluargaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, dalam sambutan singkatnya pada kegiatan gerakan bersih pantai dan laut serta penanaman mangrove, yang dipusatkan di areal parkir makam ulama kharismatik Aceh, Syiah Kuala. Sekda hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, yang berhalangan hadir.

“Melalui kegiatan ini, mari kita tanamkan dan galakkan kembali semangat gotong-royong dalam kehidupan sehari-hari, agar kebiasaan yang telah diwariskan oleh indatu kita ini tetap lestari dan kebersamaan dan rasa kekeluargaan tetap terpupuk dengan baik ditengah masyarakat,” ujar Sekda dalam keterangan pers yang dikirimkan ke HARIANACEH.co.id.

Gerakan bersih pantai tersebut merupakan rangkaian acara yang digelar dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan peringatan Hari Nusantara ke-15, yang pada tahun ini dipusatkan di Pelabuhan Pendaratan Ikan PPI Lampulo, Banda Aceh.

Gerakan Bersih pantai dan Laut yang digagas oleh Dinas Cipta Karya Aceh ini diikuti oleh ribuan Pegawai Negeri Sipil, tenaga kontrak Setda Aceh dan Kota Banda Aceh serta masyarakat ini dilaksanakan pada tiga zona kawasan pantai di wilayah Kota Banda Aceh, yaitu Pantai Syiah Kuala, Pantai Alue Naga dan kawasan Gampon Jawa.

“Alasan pelaksanaan gotong royong kali ini kita pusatkan di kawasan pantai adalah dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Nusantara. Kedepan kita harapkan seluruh instansi pemerintah dapat menggalakkan gotong-royong. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat agar peduli pada lingkungan dan mau bertindak aktif menjaga ekosistem pesisir pantai yang ada di daerah kita ini.”

Sekda menambahkan, peran lembaga adat sangat berperan penting dalam melestarikan budaya gotong-royong. Dermawan mencontohkan, beberapa waktu lalu, Lembaga Panglima Laot Lhok Iboih, Sabang pernah mengerahkan ratusan masyarakat untuk menyemarakkan gerakan pelestarian ekosistem laut di kawasan Iboh, Sabang. (rel)

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time