HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Beda Cara Guru Mengajar Pada Setiap Zamannya

37

HARIANACEH.co.id – Menjadi seorang guru butuh proses adaptasi dengan perkembangan zaman. Guru tidak bisa hanya mengikuti satu metode dan cara mengajar yang sama dalam beberapa tahun.

Perbedaan peserta didik dari tahun ke tahun jadi alasan. Guru-guru yang melintasi beberapa generasi mengalami hal tersebut.

“Untuk anak (murid) banyak perubahan. Murid tahun 1980-an dengan tahun 2000-an jelas jauh berbeda,” kata Mujiono, 57, salah seorang guru yang ditemui dalam acara perayaan peringatan HUT PGRI ke-70, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/12/2015).

Mujiono mengaku sudah sejak tahun 1982 menjadi seorang guru. Saat ini, ia bertugas mendidik murid-murid di SDN 4 Kesilir, Kecamatan Silir Agung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Cara mengajarnya dari generasi ke generasi terus berubah. Dia tidak bisa menerapkan sistem mengajar yang tegas, bahkan sedikit keras kepada anak zaman sekarang.

“Dulu itu guru, misal mendidik dengan keras, seperti menjewer, karena anak melakukan kesalahan, orang tua murid juga tidak nuntut,” ucapnya.

Ia melanjutkan, “Tapi, sekarang jewer saja guru dibilang langgar HAM. Makanya sekarang ngajar lebih berhati-hati.”

Guru memiliki alasan tersendiri melakukan tindakan tegas kepada murid. Tindakan tersebut, jelas Mujiono, agar anak tidak lagi lakukan pelanggaran.

Pendapat Mujiono diamini oleh Panut, 53, guru SD di Ponorowo, Kebumen, Jawa Tengah. Tindakan tegas guru semisal menjewer ada alasan tertentu. Ia pun menolak jika guru melakukan kekerasan.

“Itu sebenarnya bukan kekerasan, tapi sanksi agar anak tidak lakukan kesalahan. Semangat untuk mengajar lebih maksimal ini berkurang karena itu,” ungkapnya.

Lantaran perkembangan zaman dan perbedaan sifat peserta didik, baik Mujiono dan Panut sekarang mengajar dengan menghindari resiko. Yang penting, kata dia, anak diberi kesempatan membaca sebelum masuk pelajaran.

“Anak sekarang dengan kemajuan zaman, dan perbaikan gizi dan perkembangan teknologi anak ini lebih sering lihat tayangan TV. Banyak meniru tayangan TV. Strategi ngajarnya berbeda,” tegas Mujiono.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat