HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rekaman Setnov Dianalogikan Eks Menkumham bagai Video Ariel

5

HARIANACEH.co.id – Hamid Awaluddin, Mantan Menteri Hukum dan HAM ini heran dengan sikap Ketua DPR RI Setya Novanto yang mempersoalkan legalitas rekaman yang menjeratnya. Pasalnya, Hamid menyamakan rekaman suara pimpinan DPR itu dengan rekaman video skandal vokalis Noah Nazril Irham atau Ariel.

“Ingat kasus Ariel ‘Noah’, itu kasus video sudah bisa menjadi alat bukti, dan dihukum kan karena kasus itu. Artinya secara hukum rekaman itu (Setnov) sudah bisa menjadi alat bukti dengan preseden kasus Ariel beberapa tahun lalu,” ujar Hamid, Sabtu (12/12/2015).

Di samping itu, Novanto dinilai tak memiliki wewenang untuk mempersoalkan kelegalan rekaman. Sebab, yang menentukan sah atau tidaknya rekaman merupakan wewenang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

“Sekali lagi yang berwenang secara hukum menentukan legal tidaknya alat bukti bukan si terlapor tapi majelis,” imbuh dia.

Hamid tegaskan, rekaman dan penyadapan harus dibedakan. Penyadapan hanya bisa dilakukan oleh lembaga atau perorangan yang memiliki otoritas dari negara.

“Tapi kalau merekam dengan alat rekam yang bisa dibeli dimanapun, siapa pun bisa merekam,” pungkas dia.

MKD diketahui sedang menggarap dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto terkait pencatutan nama Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan saham PT Freeport Indonesia. Namun, dalam nota pembelaannya, Setnov mempermasalahkan rekaman percakapan yang dibuat Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Menurut Setnov, rekaman yang dijadikan dasar pengaduan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral Sudiman Said itu bertentangan dengan hukum. Maroef selaku perekam dianggap sebagai seorang pegawai swasta perusahaan asing di Indonesia yang tak memiliki wewenang seperti penegak hukum untuk merekam atau menyadap pembicaraan.

Di sisi lain, Ariel sempat harus beurusan dengan hukum bahkan dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara lantaran video tak senonohnya beredar ke publik. Ariel dianggap dianggap bersalah kendati video itu direkam sendiri olehnya, bukan penegak hukum.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat