HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Bisa Diraih Wartawan, Tapi Ini Syaratnya

4

HARIANACEH.co.id – Pekerja media seperti wartawan bisa mengambil program jaminan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Persyaratannya pun tidak begitu rumit, hanyalah mengikuti semua aturan yang tertuang dalam PP Nomor 45 Tahun 2015.

“Untuk pekerja media massa bisa ambil jaminan pensiun. Persyaratannya tidak begitu rumit, semua tertuang dalam PP Nomor 45 Tahun 2015, dibayarkan dalam bentuk uang tunai bulanan dengan masa iuran minimal 15 tahun,” jelas‎ Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Endro Sucahyono, ditemui di Gedung YTKI, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Secara keseluruhan, wartawan pun bisa mengambil program selain Jaminan Pensiun, seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JK). Untuk Jaminan Pensiun, wartawan yang ingin ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan akan dikenakan iuran tiga persen dari gaji pokok, dengan rincian dua persen dari pemberi kerja, dan satu persen pekerja.

Besaran iuran Jaminan Pensiun pun ditinjau setiap tiga tahun, sehingga ada kemungkinan akan lebih besar daripada saat ini sesuai dengan kemampuan dan kemajuan perusahaan Indonesia.

Peserta Jaminan Pensiun akan mendapat manfaat pasti (mendapat uang pensiun) setiap bulan jika menjadi peserta selama 15 tahun. Jika, kurang dari 15 tahun maka peserta akan mendapat manfaat uang pensiun langsung (sekaligus, tidak per bulan).

“Jadi tidak ada perbedaan dan secara khusus, kalau mau khusus mungkin tambah asuransi. Itu tidak ada bedanya untuk wartawan,” pungkas dia.

loading...