HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Luhut Belum Ambil Tindakan Terkait MKD Putuskan Setnov Melanggar Etik

4

HARIANACEH.co.id — Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan ini mengatakan akan menjadikan hasil sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sebagai acuan bersikap. Namun, Luhut ternyata belum akan mengambil tindakan meski MKD telah memutus Ketua DPR Setya Novanto melanggar etik.

“Orang lagi susah itu, entarlah,” kata Luhut usai menghadiri diskusi di Kediaman Wakil Presiden, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015) malam.

Luhut mengakui keputusan Setya untuk mundur dari kursi DPR menjadi pilihan terbaik. Sebab, keputusan itu membuat keadaan menjadi tenang.

Saat ditanyakan sanksi yang diberikan MKD terhadap Setya, Luhut enggan berkomentar. Purnawiran jenderal bintang dua itu mengatakan telah berbicara tentang hal itu sebelumnya.

Sebelumnya, Nama Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan disebut sampai 66 kali dalam rekaman `papa minta saham`. Tapi, dia belum mau bereaksi apa-apa, sebelum sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutuskan hasil.

“Saya akan pelajari dengan cermat, saya tunggu hasil sidang MKD. Sidang MKD jadi acuan,” kata Luhut dalam sidang di MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/12).

Anggota MKD Akbar Faizal kemudian bertanya apakah Luhut tersinggung namanya dibawa-bawa. Luhut menjawab, “Saya enggak, saya lihat dulu yang mulia, terlalu buru-buru. Jangan ngadili orang, buat persepsi seolah-olah saya paling benar. Pasti saya bersikap, tapi jangan berdorong-dorong saya bersikap.”

Dia juga meminta agar MKD tak melulu berburuk sangka. Penyataan itu muncul saat menjawab anggota MKD Akbar Faizal, soal orang keempat yang dibicarakan dalam rekaman pembicaraan.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time