HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Masalah Politik Terselesaikan Tapi Tidak Masalah Hukum

3

HARIANACEH.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik tindakan mundur yang diambil Setya Novanto dari kursi Ketua DPR, walau telat. Namun, JK berpendapat, mundurnya Setya hanya melesaikan masalah politik.

“Ya urusannya masalah politik kan selesai,” kata JK di Kediaman Wakil Presiden Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015) malam.

Wapres JK sebelumnya menilai, kasus pelanggaran yang dilakukan Setya tak hanya sebatas etika. Ada pelanggaran hukum di sana.

Sebab, Setya Novanto berencana memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Dugaan itu terbukti dengan rekaman antara Setya bersama taipan minyak Muhammad Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

“Ya melanggar hukum, karena ada pembicaraan tentang uang, ada tentang kesepakatan. Katakanlah memeras, mengancam,” kata JK sebelumnya.

Penegak hukum dapat bertindak mengusut kasus ini. Bukti itu, kata JK, memuluskan langkah Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus permufakatan jahat itu.

“Kejaksaan lebih mudah lagi,” kata JK.

Setya Novanto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI. Surat pengunduran dirinya pun telah diterima oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) malam ini.

Adapun Wakil ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad langsung membacakan surat pengunduran diri Novanto pada rapat tertutup MKD malam ini.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung belum menaikkan status kasus dugaan pemufakatan jahat yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto. Jaksa masih menyelidiki kasus dengan meminta keterangan berbagai pihak.

Jaksa Agung M. Prasetyo mengungkapkan alasan mengapa jajarannya belum juga menetapkan tersangka dalam kasus ini. Salah satunya, enggan terburu-buru. Ketergesa-gesaan, khawatirnya menciptakan kegagalan di pengadilan karena dakwaan yang lemah.

loading...