HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Seharusnya, Sidang Etik Setya Novanto Tak Berhenti

3

HARIANACEH.co.id — Tak seharusnya Sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berhenti setelah Setya Novanto mengundurkan diri. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menjelaskan hanya ada tiga faktor yang dapat memberhentikan sidang MKD.

Dalam peraturan yang berlaku, Refly bilang sidang ditutup hanya jika objek meninggal dunia, ditarik mundur dari anggota dan ditarik dari keanggotaan partai “Di ketiga tersebut tidak ada yang dilakukan Setnov,” kata Refly pada acara di Metro Tv, Kamis pagi ini (17/12/2015).

Setnov, kata Rafly harus dikenakan sanksi yang jelas. Sebab, lolosnya Setnov dari pemberian sanksi memberi peluang mantan ketua DPR tersebut bebas menduduki posisi strategis di DPR.

“Maka bebas dia karena tidak ada record dan kemungkinan menjabati Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lagi. Bahkan leluconnya sangat mungkin secara teoritis Setnov jadi Ketua MKD ataupun ketua DPR lagi,” tutur Rafly.

Dalam sebuah sidang, ujar Refly, harus ada putusan yang mengenai nasib objek. Namun, apa yang dipertontonkan MKD semalam Refly menilai belum membuahkan hasil yang maksimal: Tidak ada putusan.

“Harusnya sidang etik berlanjut. Harus ada putusan yang dinyatakan bersalah sedang atau berat,” jelas pakar hukum dari Universitas Gadjah Mada tersebut.

loading...