HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dubes Mansour: Kemerdekaan Palestina Didukung Sebagian Yahudi

11

HARIANACEH.co.id – Konflik Israel dan Palestina belum juga berakhir. Kedua negara masing-masing mengklaim Yerusalem — kota tertua umat Nasrani, Muslim dan Yahudi — sebagai ibu kota mereka.

Selama menjalani hidup di Yerusalem, banyak Muslim Palestina yang mendapat diskriminasi. Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan hampir 50 persen warga Palestina di timur Yerusalem tidak mempunyai pekerjaan.

Kendati begitu, ia merasa cukup senang karena tidak semua umat Nasrani dan Yahudi bersikap buruk terhadap Muslim.

“Ada (sebagian) warga Yahudi yang mendukung kemerdekaan Palestina dan ingin sekali membantu Palestina,” kata Dubes Mansour di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) Indonesia di Menteng, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Mansour mengatakan persatuan dan kesatuan adalah prinsip Palestina. Begitu juga dengan toleransi hidup beragama.

“Banyak yang ingin memiliki kehidupan spiritual dengan Yerusalem. Karena Yerusalem diklaim sebagai kota suci tiga agama, Nasrani, Muslim dan Yahudi. “Namun, yang berhak memiliki Yerusalem adalah penduduk yang memang sudah tinggal lama di Yerusalem,” ujar Dubes Mansour.

Dubes Mansour berpendapat Yerusalem seharus dapat dibagi dua, untuk Israel dan Palestina. Dengan begitu, diharapkan konflik berkepanjangan ini dapat segera berakhir, dan Palestina meraih kemerdekaannya.

Dalam diskusi bertemakan ‘The Future of the State of Palestine’ ini, hadir pula Chairman CDCC Indonesia, Din Syamsuddin. CDCC menyediakan ruang untuk berdialog dan berdiskusi tentang masalah internasional antara negara-negara.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat