HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Jomblo

6

Oleh: Muhammad Rizki Sitompul[1]

Muhammad Rizki Sitompul
Muhammad Rizki Sitompul

HARIANACEH.co.id – Saya Senang Membahas masalah seperti judul di atas. Entah dalam pembincangan yang santai sampai yang berat benar. Mungkin dikarenakan sudah sampai 5 Tahun Ini saya masih Jomblo.

Sahabat saya bersedih di dua minggu yang lalu, setelah saya hubungi dia dan berdialog bersama dia, saya berpikir kenapa masih ada di dunia ini orang yang bodoh seperti dirinya. dikarenakan pacarnya sudah selingkuh dengan sahabatnya, masih tetap juga dipertahankan. Awalnya ia mengatakan karena dia benar-benar cinta dan sayang sama dia akan tetapi terakhir-terakhirnya ia mengatakan karena ia takut akan kesepian.

Dulu juga terlintas dipikiran, betapa sengsaranya menjadi seoarang jomblo, merasa kesepian dan kesendirian. di masa Jomblo saya bertanya kepada Tuhan, Mengapa tidak ada kesempatan bagi saya untuk merasakan nikmatnya dicintai itu. Itulah Pertanyaan-Pertanyaan yang selalu menyapa dalam kesendirian.

Jomblo itu sudah saya alami, menjadi takut sendiri itu mengkikis nyali. Apalagi Umur semakin bertambah, Sejuta petanyaan akan menghadang bagaimana kalau saya begindang, bagaimana kalau saya begindung.

Penulis juga selalu bertanya-tanya kenapa kawan kampus saya sangat mudah dalam mendapatkan pacar tujuannya padahal jika dibandingkan dengan wajah tidak jauh beda, tetapi kenapa dia jauh lebih mudah mendapatkannya. “Apa yang salah dari saya?”.

Penulis sempat frustasi, bahwa hidup itu tidak adil. Meski saya pernah mengatakan bahwa jomblo itu lebih baik. Tetapi akan menjadi pendusta besar , kalau sejujurnya sangat bahagia mengetahui ada seorang wanita yang perhatian, tepatnya perhatian terhadap diri saya, ada yang bawel menanyakan keadaan dan marah-marah jika belum makan.

Meski yang penulis kurang sukai dari menjadi berdua adalah rasa cemburu dan prasangka buruk yang timbul meski sejuta suara mengatakan harus memberi kepercayaan. Jeleknya, penyakit kurang percaya diri salau menghinggab bagi diri ini untuk bisa mendekati wanita yang dicintai.

Sendiri Bahagia

Hari minggu malam , obrolan terjadi dengan beberapa sahabat di Facebook yang dikelompokkan dalam satu group. Salah satu teman kami telah lama menjadi Jomblo. Saya tidak tahu kenapa dia sendiri, tetapi teman saya ini selalu penuh dengan humoris. Penulis juga tidak tahu apakah dia akan sedih dan menangis dengan kehidupan jomblo nya selama ini.

Ini sebagian kecil pembicaraan di Facebook. saat itu penulis menanyakan keberadaan teman saya yang senantiasa penuh humoris itu. Makhluk penuh canda itu menjawab, kalau ia sedang menikmati segelas kopi di Café.

Pertanyaan terus dilayangkan kepada teman saya, “ngopi di Café mana?”. Ia menjawab dan menyebut sebuah nama Café dan juga menjelaskan kalau sangat rame yang sedang berpacaran di Café tersebut. lalu saya iseng-iseng bertanya, jadi kamu juga sedang duduk-duduk dengan pacarmu ya? ia menjawab. “sama makhluk Gaib saya duduk” dan ketawa pun keluar dari diri penulis.

Sekali waktu saya terbangun pukul enam pagi dan mengecek BB . dan manusia yang penuh humor itu alias teman saya mengirimkan sebuah pesan yang berbunyi “selamat pagi” di Group BBM kami., lalu saya membalas dengan menanyakan. “Tumben cepat bangunnya? lalu dia membalas “aku ini lagi jalan-jalan pagi.”.

Pagi itu saya berencana mau tidur lagi karena hari itu merupakan hari minggu. tetapi malu dengan teman maka saya ikut jalan-jalan pagi.

Dan pada pagi itu sambil berjalan-jalan pagi terpikir dalam pikiran bahwa sebuah keliruanlah yang besar kalau berpikir yang lajang itu patut dibandingkan dengan yang tidak lanjang. itu tidak patut dibandingkan, itu yang membuat frustasi setiap saat. karena kebahagiaan itu tidak bisa dibandingkan dan dibuat pakemnya.

Jadi terlintas dipikiran bahwa bahagia itu adalah berhenti menangis, berhenti dibohongi pasangan hidup, berhenti membuat pakem, dan tidak memasang sejuta alasan yang menjadi jerat seperti jaring ikan yang ditebar nelayan untuk menangkap mangsanya. Bahagia itu berani sendiri, berani berdua, bukan berani mempatahkan penipuan terutama menipu diri sendiri.

Bahagia merupakan jalan yang bisa ditempu oleh semua orang tampa kecuali. Bahagia bisa didapatkan oleh para jomblo, tetapi tetaplah jangan menjadikan jomblo sebagai status untuk seumur hidup akan tetapi tetap berusahalah mendapatkan seorang wanita yang kamu cintai dengan sebenar-benarnya. Jangan pernah menyerah dengan sebuah kegagalan dan kekurangan karena masih ada banyak cara untuk dapat mengapainya.

Sehinnga status pun penulis layangkan ke Facebook dengan ungkapan seperti ini “Dicintai itu bagaikan sebuah pohon yang akan selalu tumbuh berkembang dan akan mengeluarkan daun serta bunganya yang akan selalu bahagia seperti itu hingga selamanya.”. Sendiri itu baik tetapi berdua itu lebih baik. sekarang tergantung dengan penglihatan, pikiran dan hati nurani bagaimana melihatnya.[]


CATATAN KAKI:
  1. Penulis adalah Duta Komunikasi Universitas Malikussaleh Serta  Mahasiswa Universitas Malikussaleh Prodi Ilmu Komunikasi  saat ini aktif di UKM KSM Creatife Minority dan Alumni Sekolah Menulis Kajian Media
loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time