HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mandra Naih Akhirnya Divonis 1 Tahun Penjara

4

HARIANACEH.co.id – Komedian Mandra Naih alias Mandra dijatuhi vonis 1 tahun penjara. Dia terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi program siap siar TVRI.

“Menyatakan terdakwa haji mandra terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsidair. Menjatuhkan pidana terhadap terkait dengan pidana penjara selama 1 tahun, menjatuhkan pidana denda sebesar Rp50 juta apabila tidak dibayar denda diganti kurungan selama 2 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Arifin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejagung yang menuntut Mandra pidana satu tahun enam bulan penjara, denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan. Mandra didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 12.039.263.637 dalam kasus itu.

Arifin menjelaskan, kesalahan Mandra adalah mengizinkan dan memberi kuasa ke menantu Direktur PT Media Art Image Iwan Chermawan, Andi Diansyah, untuk menggunakan PT Vuandra Production miliknya. Andi kemudian mengikuti pengadaan program siap siar LPP TVRI dengan menyertakan 3 buah film milik Mandra dalam proses lelang.

“Terdakwa mengetahui ada dokumen-dokumen perusahaan milik terdakwa yang sudah tidak memenuhi persyaratan dalam proses pengadaan tersebut dan selanjutnya saksi Andi Diansyah bersama-sama dengan saksi Iwan Chermawan malahan memanfaatkan kepercayaan yang diberikan terdakwa terwebut untuk menyetujui tiga kontrak film yang dimiliki terdakwa dengan memarkup nilai harga yang tidak wajar,” jelas dia.

Hakim menilai Mandra abai sehingga kepercayaan yang diberikan disalahgunakan Andi. Terbukti, Andi telah memalsukan tandatangan Mandra untuk perjanjian kontrak TVRI termasuk pula untuk menentukan harga yang telah dinaikan harganya.

Majelis hakim telah menemukan fakta hukum uang yang telah ditransfer Iwan Chermawan ke rekening BCA milik Mandra sebesar Rp1,4 miliar adalah harga pasar untuk tiga filmnya. “Sedangkan hal yang tidak wajar adalah harga film dalam kontrak yang sangat tinggi yang ditandatangani Andi Diansyah dengan cara memalsukan tandatangan terrdakwa sehingga perbuatan terdakwa tersebut telah memperkaya orang lain, Iwan Chermawan dan sejumlah pejabat di TVRI dalam pelaksanaan program siap siar 2012,” tambah dia.

Surat kuasa yang diberikan Mandra telah dimanfaatkan oleh Andi diansyah untuk memindahkan uang yang masuk dari TVRI ke rekening milik Mandra di Bank Victoria ke rekening milik Iwan Chermawan. Seandainya Mandra tidak mengizinkan Andi dan Iwan  menggunakan PT Viandra Production dalam proses pengadaan, kasus ini tak akan terjadi.

“Andi Diansyah dan Iwan tidak dapat menandatangani kontrak dengan TVRI apalagi dengan bersengkongkol menaikan harga yang tidak wajar yang notabene telah mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp12,039 miliar,” pungkas dia.

Sementara, Hakim Anggota Alexander Marwata berbeda pendapat atau disenting opinion dalam vonis ini. Dia menyatakan  Mandra tidak punya niat menguntungkan diri sendiri dan Iwan Chermawan selaku Direktur Utama PT Media Arts Image.

Menurut Alex unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain tidak terbukti dalam perbuatan terdakwa. “Dengan tidak terbuktinya dakwaan primer dan subsider, maka terdakwa harus dibebaskan,” kata Hakim yang baru saja terpilih menjadi pimpinan KPK itu.

loading...