HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pelarangan Ojek Online Disayangkan Raffi Ahmad

1

HARIANACEH.co.id – Raffi Ahmad ikut berkomentar terkait larangan beredarnya transportasi online sebagai transportasi umum oleh Kementerian Perhubungan. Menurut Raffi, keputusan itu justru menyusahkan masyarakat yang merasa dimudahkan dengan kehadiran ojek online dan transportasi lain berbasis aplikasi.

“Buat saya ojek online itu banyak manfaat. Karena kadang kemana-mana ngejar waktu gue sering pakai ojek, apalagi gue juga jualan bakmi sering juga pakai jasa ojek online. Karena memang menurut gue banyak banget yang pesan makanan bakmi gue dari jasa ojek itu (makin laris),” ungkap Raffi saat ditemui di kawasan Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Bagi Raffi, sangat disayangkan jika pemerintah tak mau meninjau ulang keputusan tersebut. Pasalnya, menurut Raffi dengan adanya ojek online justru bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

“Ini memang ketetapan pemerintah dan gue juga enggak paham sama peraturannya seperti apa. Gue cuma rakyat biasa. Cuma sangat menyayangkan saja ada hal semacam ini,” paparnya.

Raffi pun berharap agar pemerintah bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan rakyat. “Kita bicara instansi pemerintah dan perusahaan, kalau memang menganggu seharusnya bisa dikenakan sanksi terlebih dahulu, bukan langsung dilarang,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan secara resmi melarang layanan transportasi berbasis aplikasi di Indonesia. Larangan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan tertanggal 9 November 2015.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan bahwa pengoperasian ojek dan taksi sejenis Uber tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan.

“Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang,” kata Djoko.

Djoko menambahkan, ketentuan kendaraan umum harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum.

loading...