HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Strategi Memangkas Aliran Dana ISIS Dibahas PBB

1

HARIANACEH.co.id – Dewan Keamanan PBB (DK PBB) menggelar rapat pertama di level menteri keuangan untuk mengadopsi sebuah kerangka resolusi yang bertujuan menjatuhkan sanksi terhadap kelompok militan Islamic State (ISIS) dan memangkas aliran dananya.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Jacob Lew memimpin 15 anggota dewan untuk melakukan pemungutan suara, yang muncul di tengah dorongan diplomatik untuk mengakhiri perang di Suriah, tempat berkuasanya ISIS dan grup ekstremis lainnya.

Kerangka resolusi terbaru ini diharapkan mendapat dukungan anonim dari anggota DK PBB, termasuk Rusia yang merupakan sekutu Suriah. Dalam resolusi akan tertulis “daftar sanksi ISIL (ISIS/Daesh) dan Al Qaeda” yang mengindikasikan fokus PBB dalam menghadapi ekstremis.

DK PBB akan mendesak sejumlah pemerintahan dunia untuk mengadopsi resolusi terbaru, yang menjadikan aksi menyalurkan dana terhadap ISIS dan militannya sebagai kejahatan serius.

“Langkah-langkah (dalam resolusi) ini akan mendesak negara dunia untuk lebih giat memotong aliran dana dan aset finansial serta sumber daya ekonomi lainnya, termasuk minyak dan benda bersejarah, terhadap grup ISIS, dan juga lebih aktif dalam mendaftarkan nama-nama tertentu ke daftar sanksi,” kata Lew, seperti dikutip AFP, Kamis (17/12/2015).

Resolusi yang dirancang Rusia untuk memotong aliran dana ke ekstremis telah diadopsi pada Februari. Namun para diplomat mengeluhkan banyak negara yang masih lamban dalam menghentikan sumber aliran dana.

Rancangan terbaru akan mendesak semua negara untuk melapor dalam kurun waktu 120 hari terkait langkah-langkah yang telah diambil dalam menyerang dan menghentikan pendanaan ISIS.

“Jika kita dapat mengambil dompet ISIL secara agresif, maka mereka akan kesulitan melancarkan perang,” tutur Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power.

loading...