HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

BEM Yang Dirindukan Mahasiswa

35

Oleh: Isvani Al Asyi[1]

HARIANACEH.co.id — Pemilihan Raya (PEMIRA) Unsyiah tidak lama lagi akan segera berlangsung. Pemilihan pemimpin mahasiswa di kampung jantong hate rakyat Aceh itu sebagai wujud demokrasi dari sebuah sistem di negeri ini. pesta demokrasi yang pastinya diinginkan oleh semua mahasiswa di kampus yang sudah terakreditasi A.

Beberapa hari ini, musim kampanye calon Ketua BEM telah dimulai. Berbagai macam spanduk dan papan informasi dihiasi dengan kata-kata yang bermahkotakan mutiara dari tiap-tiap calon. Semua calon siap dengan visi dan misinya dalam mengarungi perahu besar yang membawa mahasiswa Unsyiah setahun kedepannya.

Di beberapa sudut kampus terpampang calon-calon ketua BEM Unsyiah layaknya masa kampanye pemilihan umum pada biasanya. Hemat penulis, tidak sedikit rupiah yang dikeluarkan oleh calon-calon demi memuluskan niatnya menjadi orang nomer wahid bagi mahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Begitupun Kampanye di dunia maya. Akun facebook, Twitter, Line, BBM dan lainnya menjadi sarana yang efektif bagi pendukung atau tim pemenangan masing-masing calon memkampanyekan sekaligus mengajak untuk memilih calon yang diusung. Aroma politik dan bumbu-bumbu pemanis tidak bisa dihindarkan oleh tiap-tiap pendukung masing-masing calon. Pastinya, satu tujuan semua calon ketua BEM adalah mendapatkan kursi nomer satu Mahasiswa di Kampus Jantong Hate Rakyat Aceh Itu.

Politik Kampus

Politik kampus tak jauh beda-bedanya dengan politik sebuah negara pada umumnya. Sama-sama mengejar kepentingan bersama walaupun nantinya berubah haluan menjadi kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Sama-sama ada tujuan yang ingin dicapai yang terkandung dalam misi-misi tiap calon yang maju di pemilihan.

Politik kampus tak kalah sengitnya dengan perpolitikan memperebutkan kekuasaan pada umumnya. Hanya saja politik kampus bermain dalam lingkup yang kecil yaitu kampus dan mahasiswa sebagai aktor-aktor politiknya. Satu hal lagi yang membedakannya yaitu tidak adanya partai politik dalam mengusung calon-calonnya. Akan tetapi, adanya kelompok-kelompok mahasiswa yang bersebrangan mempunyai calonnya masing-masing.

Dalam hal ini, penulis tidak ingin menyebutkan kelompok-kelompok mahasiswa yang dimaksud dan menurut penulis mahasiswa Unsyiah tahu menahu perihal tersebut sehingga bukan lagi sebuah hal baru dalam permainan politik mahasiswa di Lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Kelompok-kelompok itu sama saja dengan partai politik yang saling menebarkan cengkramannya menguasai posisi nomer satu di kalangan mahasiswa Unsyiah. Kelompok-kelompok tersebut saling menebar janji lewat visi misinya jika terpilih. Semoga bukan hanya pemanis yang akan habis ketika tujuan telah dicapai. Bukan seperti “ Habis manis sepah dibuang”.

BEM Idaman Mahasiswa

Jika ingin jujur, semua mahasiswa di Unsyiah menaruh harapan yang tinggi kepada siapa saja yang terpilih. BEM menjadi sandaran mahasiswa ketika ada kebijakan kampus yang dirasa merugikan mahasiswa. BEM dengan Lembaga mahasiswa lainnya menjadi perpanjangan tangan mahasiswa dengan pihak Rektorat ketika masalah mendera mahasiswa.

Menjadi sebuah pertanyaan besar ketika peran BEM tidak berjalan dengan semestinya. BEM sebagai lembaga kemahasiswaan malah acuh tak acuh terhadap masalah yang diadukan mahasiswa dan terkesan tak berdaya melawan kebijakan Rektorat. Memang tidak bisa dimunafikan jika BEM tidak akan bisa terus jalan bila tidak ada kucuran dana dari kampus. Dengan kata lain BEM tidak mungkin melawan ayahnya sendiri(Red: Rektorat).

Akan tetapi, perlu dicatat BEM sebagai lembaga salah satu lembaga tertinggi mahasiswa harus tahu tugas dan peranannya. Tahu bagaimana bersikap menyelesaikan masalah dan tugas-tugas yang diembannya. Selama ini prestasi BEM dari masa ke masa dalam hal menyelenggarakan acara-acara besar terbilang cukup berhasil. Penyelenggaran acara Unsyiah Fair sebagai contohnya. Acara tersebut menjadi agenda besar BEM dan tidak sedikit rupiah yang dihabiskan.

Semua mahasiswa Unsyiah tentunya juga berharap adanya keberhasilan BEM yang lainnya, baik itu untuk mahasiswa dan kepada masyarakat pada pada umumnya. Siapa pun nantinya yang terpilih menjadi ketua BEM Unsyiah 2016 merupakan keinginan hati nurani mahasiswa dan bukan atas paksaan dari pihak tertentu. Siapa pun pula yang terpilih mampu menjalankan fungsi dan perannya sebagaimana mestinya dan tidak menjadi antek rektorat, semoga.[]


CATATAN KAKI:
  1. Penulis adalah mahasiswa Progran Studi Psikologi Unsyiah dan Fakultas Hukum Unsyiah.
loading...