HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Harga Minyak Merosot, Wall Street Ditutup Melemah

5

HARIANACEH.co.id – Saham-saham di Wall Street berakhir turun lagi untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena kemerosotan harga minyak membebani sentimen pasar.

Mengutip Antara, Sabtu 19 Desember, Dow Jones Industrial Average jatuh 367,39 poin atau 2,10 persen menjadi ditutup pada 17.128,45. Indeks S&P 500 merosot 36,37 poin atau 1,78 persen menjadi berakhir di 2.005,52. Indeks komposit turun 79,47 poin atau 1,59 persen menjadi 4.923,08.

Harga minyak, yang diperdagangkan di sekitar tingkat terendah dalam hampir tujuh tahun dalam beberapa hari terakhir, berlanjut turun pada Jumat karena data mengisyaratkan bahwa produksi minyak mentah AS tidak berkurang.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun 22 sen menjadi menetap di USD34,73 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari turun 18 sen menjadi ditutup pada USD36,88 per barel di London ICE Futures Exchange.

Di Asia, ekuitas Jepang berakhir melemah tajam karena sentimen volatil mendominasi pasar setelah bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan langkah-langkah baru untuk mendukung kebijakan pelonggaran moneter, dengan indeks Nikkei 225 turun 1,90 persen.

Saham-saham Eropa juga mengalami penurunan secara luas karena investor tetap berhati-hati atas harga komoditas yang lemah, dengan indeks acuan FTSE 100 Inggris turun 0,82 persen. Sementara itu, para investor masih memilah-milah keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Untuk minggu ini, indeks saham unggulan Dow turun 0,8 persen, dan indeks lebih luas S&P 500 merosot 0,3 persen, sedangkan teknologi Nasdaq turun 0,2 persen. Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, naik 9,29 persen menjadi berakhir di 20,70 pada Jumat.

Di pasar lain, dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat, setelah membukukan peningkatan tajam di sesi sebelumnya karena keputusan Fed menaikkan suku bunga.

loading...