HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Karena Tolak Revisi UU KPK, Johan Budi Tak Dipilih

1

HARIANACEH.co.id — Teuku Nasrullah, Pakar Hukum Pidana UI ini menilai, pimpinan KPK periode 2015-2019 dipilih berdasarkan agenda politik hukum anggota legislatif. Kelima punggawa tersebut banyak yang setuju revisi undang-undang KPK. Bahkan ada yang ingin menghentikan kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).

“Ini sesuai dengan politik hukum anggota dewan. DPR ingin merevisi UU KPK, tentu tidak mungkin pihak yang dipilih yang menentang revisi,” ujar Nasrullah  di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Sementara itu, Johan Budi Sapto Prabowo, salah satu capim KPK yang paling kredibel tidak dipilih lantaran visi yang disampaikannya  berseberangan dengan legislatif. Johan getol menolak revisi UU KPK. Pengamat hukum pidana UI ini pun sangat menyayangkan hal tersebut.

“Menurut saya meski yang terbaik track record-nya seperti Johan Budi. Saya juga menginginkan dia sebagai pimpinan KPK. Kalau politik hukum yang akan dibangun DPR tentu Johan tak akan terpilih,” beber dia.

Namun demikian, Nasrullah menyepakati fokus KPK ke depan mengutamakan pencegahan. Tapi tidak melupakan aspek penindakan. Sebab, menurutnya keberhasilan KPK tidak dilihat dari jumlah tersangka korupsi melainkan musnahnya perilaku korupsi di Tanah Air.

“Apa kita ingin seluruh Indonesia masuk penjara. Saya harap dia fokus ke pencegahan tapi tidak melupakan penindakan. Keberhasilan KPK itu tidak dengan 100 ribu orang tertangkap tapi sudah tidak ada lagi yang korupsi,” tutup dia.

DPR sudah mengesahkan lima orang pimpinan KPK terpilih. Pengesahan dan pengambilan suara dilakukan dalam rapat paripurna, Jumat 18 Desember 2015.  Dalam voting yang diikuti sebanyak 54 Anggota Komisi III itu, Agus Rahardjo mendapatkan perolehan suara sebanyak 53 suara, Basaria Pandjaitan, sebanyak 51 suara, Alexander Marwata, sebanyak 46 suara, Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang masing-masing mendapatkan sebanyak 37 suara.

Sementara sisa nama capim KPK lain dinyatakan tidak terpilih sebagai Pimpinan KPK periode mendatang. Mereka adalah Johan Budi Sapto Prabowo yang mendapatkan 25 suara, Robby Arya Brata 14 suara, Sudjanarko tiga suara, Busyro Muqoddas dua suara dan Surya Tjandra tidak mendapatkan suara sama sekali alias nol.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat