HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Penetapan RJ Lino Sebagai Tersangka di KPK Bikin Puas Buwas

6

HARIANACEH.co.id —  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menilai, dirinya melakukan tindakan benar pada saat masih menjabat sebagai Kabareskrim, dengan menelisik dugaan korupsi di PT Pelindo II. Kini, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengadaan Quay Container Crane.

Menurut Buwas, sapaan dia, dirinya bangga Lino menjadi tersangka. Sebab, langkah Bareskrim saat dipimpinnya, tidak mengada-ada.

“Bagi saya pribadi, ada kebanggaan karena berarti pekerjaan saya (dulu) benar, walaupun yang menetapkan adalah KPK, bukan yang saya tangani. Ini kepuasan,” kata Budi Waseso seperti dilansir Antara, Sabtu (19/12/2015).

Ketika Budi masih menjabat sebagai Kabareskrim, pihaknya membongkar kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di PT Pelindo II. Dalam kasus itu, Bareskrim menetapkan Ferialdy Noerlan selaku Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II sebagai tersangka.

Adapun dalam kasus yang menjerat Lino, KPK sudah memeriksa Lino tiga kali. Hal itu dilakukan pada penyelidikan yang dilakukan KPK, Mei 2014. Lino kemudian ditetapkan sebagai tersangka, Jumat 18 Desember.

KPK menduga Lino telah melakukan pelawanan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri dan korporasi dengan memerintahkan tiga unit Quay Container Crane di Pelindo II.

Atas perbuatannya itu, Lino disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time