HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pergantian Ketua DPR RI adalah Arena Baru 'Pertarungan' Partai Golkar

9

HARIANACEH.co.id – Pergantian Ketua DPR RI menjadi arena baru ‘pertarungan’ bagi Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono. Golkar kubu Aburizal telah menunjuk Ade Komarudin yang tadinya sebagai Ketua Fraksi Golkar, menjadi Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto. Sementara Novanto menggantikan Ade diposisinya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Wakil Sekjen Partai Golkar kubu Agung Laksono, Dave Laksono mengatakan pihaknya saat ini sedang mencari jalan keluar terhadap tindakan yang dianggapnya tidak demokratis yang dilakukan oleh DPP Golkar kubu Aburizal, baik dengan penunjukan Ade menjadi Ketua DPR dan juga Novanto sebagai Ketua Fraksi Golkar.

“Ini bisa menjadi arena baru (pertarungan) Golkar. Oleh karena itu, kita lagi mencari jalan keluar. Selama ini kan tidak ada komunikasi maupun diskusi dari kubu Aburizan Bakrie kepada kubu Agung Laksono (soal pemilihan Ade Komaruddin). Kalau dari awal ada diskusi dengan kami, kita mungkin bisa menerima. Nah, ini mereka bermain sendiri,” ujar Dave seperti yang dikutip dari Media Indonesia, Sabtu (19/12/2015).

Menurutnya, yang memiliki Surat Keputusan Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly yang sah adalah hasil Munas Jakarta. Ia beranggapan, atas dasar itulah ia beranggapan masih berhak mengajukan.

Adapun, DPP Golkar yang dipimpin Ketua Umum Agung Laksono dan Sekretaris Jenderal Zainuddin Amali menunjuk Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Surat dengan nomor SPG.006/FPG/DPR-RI/XII/2015 tersebut ditandatangani Ketua Fraksi Golkar kubu Agung, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekretaris Fraksi Golkar kubu Agung, Fayakhun Andriadi.

“Kita akan berkomunikasi dengan fraksi-fraksi lain soal ini,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan Novanto yang ditunjuk menggantikan Ade Komaruddin sebagai Ketua Fraksi Golkar. Padahal, sambung dia, Novanto telah terbukti bersalah secara etika oleh 17 orang anggota MKD yang menyidangkan kasus “Papa Minta Saham”. Terlebih tiga anggota MKD dari fraksi Golkar menilai Novanto patut diberikan sanksi berat.

“Ini kan sangat merugikan partai. Harusnya dia diberi sanksi dicopot dari segala AKD yang ada di DPR. Padahal Golkar punya 91 kader lain yang kualitasnya lebih baik dari Novanto,” pungkasnya.

Sementara Ketua Fraksi Golkar kubu Aburizal, Ade Komarudin mengaku tidak bermasalah apabila kubu Agung mengajukan calon ketua DPR. Menurutnya, hal itu manuver yang biasa. Dia menekankan, hingga saat ini fraksi yang sah di bawah kepemimpinannya dan Bambang Soesatyo.

“Setiap anggota punya hak. Aspirasi apapun harus diproses sesuai takarannya dengan perundang-undangan yang ada,” kata Ade.

Seperti diberitakan sebelumnya, nama Ade diusulkan sebagai pengganti Setya oleh Aburizal. Keputusan itu diambil dalam rapat para petinggi Golkar di Bakrie Tower yang dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Golkar Fadel Muhammad dan Titiek Soeharto, Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham, dan Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo. Ade yang selama ini menjabat Ketua Fraksi Golkar dianggap memenuhi kriteria sebagai Ketua DPR.

Ade bukan wajah baru di dunia politik dan parlemen. Dia berkecimpung di Golkar sejak lama. Ade menjabat sebagai anggota DPR selama empat periode berturut-turut. Dia juga pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI periode 2005-2010 dan 2010-2015. SOKSI merupakan organisasi pendiri Partai Golkar.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat