HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Diancaman Bom, Pesawat Air France Mendarat Darurat di Kenya

1

HARIANACEH.co.id – Pesawat Air France dari Mauritius dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di kota pelabuhan Mombasa, Kenya. Pasalnya, sebuah alat mencurigakan ditemukan di toilet.

Jenderal Inspektur Polisi Joseph Boinnet pada akun Twitternya mengatakan pesawat Boeing 777 itu mengarah ke Paris dengan membawa 459 penumpang dan 14 awak. Mereka seluruhnya telah berhasil dievakuasi setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Moi pada 12.37 waktu setempat, Minggu (20/12/2015).

“Para ahli bom dari Angkatan Laut dan DCI (Direktoran Investigasi Kriminal) telah mengambil alat tersebut dan sedang menentukan apakah komponennya mengandung bahan peledak atau tidak,” ujar Boinnet.

Sementara, Maskapai Air France dalam sebuah pernyataan menjelaskan sebagai langkah pencegahan, seluruh penumpang dievakuasi dari pesawat dengan menggunakan alat luncur darurat. Mereka kemudian dirawat di Bandara Mombasa.

Maskapai mengatakan mereka sedang berusaha untuk mengalihkan penumpang mereka dengan mengirimkan pesawat lain ke Mombasa untuk menerbangkannya ke Paris. Penerbangan Mombasa-Paris ini dijadwalkan akan terbang pada Minggu siang.

Sebuah investigasi dipimpin oleh pihak berwenang juga dibentuk untuk mengidentifikasi asal-usul ancaman tersebut. Sementara, Otoritas Penerbangan Sipil Kenya mengatakanpenerbangan dari Bandara Mombasa sempat terganggu dikarenakan adanya pendaratan darurat tersebut.

Dari pemeriksaan sementara, Kepala Air France Frederic Gagey mengatakan ketakutan akan bom yang sempat terjadi di Kenya adalah peringatan keliru. Benda yang diduga bom di toilet rupanya tak dapat meledak.

“Semua keterangan, yang kami miliki hingga kini, menunjukkan bahwa benda tersebut tidak bisa menyebabkan ledakan, yang membahayakan pesawat itu, namun hanya terdiri atas campuran karton, serpihan kertas, dan alat pengatur waktu,” tutur Gagey.

Publik Prancis memang menetapkan kesiagaan setelah serangan kelompok bersenjata di Paris pada November yang menewaskan 130 orang. Prancis menjadi  salah satu negara yang mengambil tindakan pencegahan keamanan ekstra.

Kelompok bersenjata IS mengaku bertanggungjawab atas serangan Paris. Mereka juga mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya jet Rusia pada Oktober dengan menyelundupkan bom di dalam pesawat yang kemudian menewaskan seluruh 224 orang dalam penerbangan tersebut.

loading...