HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kenapa Angka Cerai Gugat di Indonesia Meningkat? Ini Alasannya

7

HARIANACEH.co.id – Tingkat perceraian yang diajukan oleh pihak Istri atau cerai gugat cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada 2010 terdapat 251.208 cerai gugat, angka ini meningkat pada 2014 dengan jumlah 382.211.

Kepala Litbang Aliran dan Pelayanan Keagamaan Kustini mengatakan, alasan istri mencerai gugat suaminya dilandasi oleh permasalahan yang sangat kompleks. Tidak selalu menggunakan istilah hukum seperti yang digunakan oleh Pengadilan Agama.

“Bahkan banyak di antara mereka terutama dari kalangan terdidik tidak mengerti istilah tersebut. Yang penting cerai, lepas dari beban kehidupan,” kata Kustini dalam Ekspos Hasil Penelitian Puslitbang dan Diklat Kementerian Agama di MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Melalui penelitian ‘Tren Cerai Gugat Dikalangan Muslim Indonesia’ yang dilakukan di tujuh daerah yaitu Aceh, Padang, Cilegon, Indramayu, Pekalongan, Banyuwangi, dan Ambon ditemukan ada empat penyebab tingginya tingkat angka cerai gugat yaitu ketidakharmonisan, Tidak ada tanggung jawab, gangguan pihak ketiga dan ekonomi.

Menurut Kustini, tiga dari empat alasan tersebut selalu mendominasi tingkat cerai gugat di ketujuh daerah tersebut setiap tahunnya. Selain itu, karakteristik dan budaya di daerah tersebut juga mempunyai peran penting terjadinya perceraian.

“Namun, dari penelitian ini berhasil menggambarkan alasan lain di luar mainstream yang perlu mendapatkan perhatian,” ungkap dia.

Berikut hasil temuan yang tingginya tingkat cerai gugat di tujuh daerah tersebut:

Aceh

Cerai gugat di Provinsi paling barat Indonesia tersebut lebih didominasi oleh beberapa faktor, yaitu perubahan dan pergeseran budaya, perkembangan teknologi khususnya telepon genggam dan media sosial.

Selain itu, intervensi orang tua dari pihak wanita juga sangat mempengaruhi hubungan suami istri. Hal itu disebabkan adanya dukungan ekonomi dan tempat tinggal dari pihak wanita, sehingga suami kerap menghadapi situasi antara posisinya sebagai pemegang otoritas dirinya dalam mengelola rumah tangga dengan kepatuhan sebagai pihak yang mendapatkan penghidupan dari orang tua wanita.

Padang

Penyebab cerai gugat banyak disebabkan oleh pengabaian yang ternyata tidak selalu didasari oleh faktor ekonomi, akan tetapi pihak suami tidak ingin lagi meneruskan hubungan pernikahan.

Selain masalah hubungan rumah tangga, keengganan tersebut lebih banyak dipicu oleh campur tangan pihak keluarga wanita yang berlebihan. Tidak hanya itu, pada kasus lain, Keengganan muncul karena tidak tahan akan sifat istri yang temperamental yang biasanya terjadi pada wanita yang menikah di usia muda.

Cilegon

Cerai gugat di Cilegon lebih banyak disebabkan oleh durhaka, baik itu dilakukan oleh pihak istri maupun suami. Penyebab lainya, watak suami yang kikir (pelit) dalam memberi nafkah, dan dominasi campur tangan yang dilakukan oleh pihak keluarga suami dalam urusan rumah tangga.

Selain itu, faktor lainya yaitu ketergantungan suami kepada orang tuanya, adanya salah pengertian, gagalnya dalam berkomunikasi antara pasangan membuat, kemerosotan akhlak juga banyak ditemukan dalam kasus gugat cerai di daerah tersebut.

Indramayu

Penyebab cerai di Indramayu lebih disebabkan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh istri. Umumnya pihak istri akan berusaha menahan dan memilih bersabar, namun jika sudah tidak sanggup maka gugat cerai merupakan keputusan akhir.

Selain itu, adanya campur tangan pihak ketiga yaitu pihak keluarga yang mendukung istri untuk bercerai dengan adanya asumsi bahwa kesusahan akan lebih ringan daripada meneruskan hubungan pernikahan.

Tidak hanya itu, adanya pengalaman pihak keluarga atau teman dekat istri yang melakukan cerai gugat, membuat pihak istri dapat memahami tahapan dan proses perceraian.

Pekalongan

Di Pekalongan, tingginya angka cerai gugat diakibatkan oleh hilangnya makna perkawinan bagi pihak istri yang dipicu oleh tidak adanya tanggung jawab laki-laki sebagai suami. Pada umumnya, pasangan tidak cukup memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya mempertahankan ikatan perkawinan.

Banyuwangi

Penyebab cerai gugat untuk kasus perkawinan yang dijodohkan disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga dan kurang siapnya pihak suami untuk memberi nafkah.

Sehingga faktor ekonomi menjadi sumber konflik, akibatnya kerap kali pihak perempuan mengalami kekerasan fisik dalam menjalani hubungan suami-istri.

Ambon

Tingginya penyebab cerai gugat di Ambon yaitu lemah dan rendahnya pemahaman agama sebagai landasan perkawinan. Faktor lainya adalah sering terjadinya kekerasan fisik dalam rumah tangga.

loading...