HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Puluhan Ribu Paspor Kosong Dimilik Kelompok Militan ISIS

5

HARIANACEH.co.id – Kelompok militan Islamic State (ISIS) kemungkinan telah mencuri “puluhan ribu” paspor kosong yang dapat digunakan untuk menyelundupkan militannya ke Eropa sebagai pengungsi.

Demikian dilaporkan sebuah surat kabar Jerman Welt am Sonntag, Minggu (20/12/2015). Mengutip sejumlah sumber intelijen negara Barat, Welt menyebut ISIS mendapatkan paspor itu dari Suriah, Irak dan Libya.

Menurut laporan tersebut, paspor kosong kemudian diserahkan kepada calon penyerang untuk memasuki negara anggota Uni Eropa sebagai pengungsi.

Welt juga menyebut ISIS memutar uangnya dengan menjual sejumlah paspor kosong ke pasar gelap, dengan harga sekitar 1,500 euro atau setara Rp22 juta.

Dua pelaku penyerangan di Stade de France di Paris belakangan diketahui memilki dua paspor palsu asal Suriah yang digunakan untuk memasuki Eropa.

“Gelombang orang yang pergi ke Eropa tanpa diperiksa merepresentasikan risiko keamanan,” kata kepala agensi perbatasan Uni Eropa Frontex, Fabrice Leggeri, kepada Welt.

Leggeri mengatakan paspor yang dikeluarkan dari negara konflik seperti Suriah sulit dibedakan, dari yang benar-benar asli atau palsu.

Saat ditanya mengenai laporan Welt, Menteri Dalam Negeri Jerman mengutarakan penilaian serupa.

“Mengenai banyaknya imigran yang datang, tidak dapat dipastikan jika di antara mereka sebagai contohnya ada beberapa kriminal, penjahat perang, anggota grup militan atau organisasi teroris,” ujar juru bicara Mendagri Jerman kepada AFP.

“Di waktu yang sama, tidak dapat dipastikan juga orang-orang itu membawa paspor asli atau palsu.”

Pekan lalu pemerintah Jerman mengatakan salah memperkirakan jumlah orang yang datang dengan paspor palsu asal Suriah. Pada kenyataannya, mereka yang datang dengan paspor palsu hanya kurang dari 30 persen dari yang diumumkan Kemendagri pada September.

Jerman masih memberlakukan kebijakan pintu terbuka bagi warga Suriah yang melarikan diri dari konflik. Para imigran ini mendapatkan “perlindungan primer” — status tertinggu bagi pengungsi.

Datang melalui Turki dan Balkan, pengungsi Suriah menjadikan Jerman sebagai negara tujuan utama. Diperkirakan akan ada lebih dari satu juta warga Suriah yang datang ke Jerman tahun ini.

loading...