HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Australia Deportasi Tersangka Serangan Paris

3

HARIANACEH.co.id – Seorang tersangka ekstremis serangan Paris dideportasi dari Australia. Tersangka itu diketahui tiba di Australia dua hari setelah serangan teror di Paris, Prancis.

Para petugas mengatakan pria itu ditahan di bandara Tullamarine, Melbourne, Australia pada 15 November.

Dia membawa tiga kaleng semprotan merica dan memiliki literatur ekstremis pada telepon genggamnya ketika, baru tiba dari penerbangan Timur Tengah. Dia dideportasi di hari berikutnya.

“Pria itu ditahan oleh satuan petugas Australian Border Force (ABF) unit kontra-terorisme sebagai hasil dari penilaian informasi dan pengolahan wajah penumpang,” kata anggota ABF, seperti dikutip BBC, Rabu (23/12/2015).

“Pencarian berikutnya adalah terkait dengan barang-barangnya yang bersifat membahayakan dan mengandung materi ekstremis serta barang-barang yang dilarang di bagasi,” lanjutnya.

Media Australia melaporkan bahwa pria itu tiba dari Abu Dhabi. Jaksa Agung George Brandis mengkonfirmasi insiden itu dan mengatakan bahwa itu langkah yang tepat yang di ambil ketika ada wisatawan yang menunjukkan ancaman potensi bahaya.

“Ini menggambarkan Pemerintah Australia memastikan setiap orang yang tiba di Australia tunduk pada pengawasan yang tepat,” ungkapnya.

Surat kabar Australia melaporkan hari ini bahwa Australia telah meningkatkan pemeriksaan pemegang paspor Uni Eropa (UE) setelah tragedi serangan Paris.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat