HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Festival Film Internasional Dibikin Terpukau Dengan Film-Film Indonesia Ini

8

HARIANACEH.co.id – Satu pekan sebelum Festival Film Indonesia 2015 digelar, sutradara Ismail Basbeth menceritakan keheranan para pengamat film internasional akan perkembangan sinema di Indonesia.

Pasalnya, pada tahun ini, dalam setiap festival film internasional yang memiliki kredibilitas, setidaknya ada satu wakil film dari Indonesia. Fenomena ini lantas menyulut harap, jika kualitas film Indonesia terus terjaga seperti ini atau lebih baik, bukan tidak mungkin dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan memiliki prestasi dan pencapaian yang baik di dunia sinema.

Inilah sejumlah film Indonesia yang mendapat sorotan di festival film internasional sepanjang 2015:

Siti

Film yang meraih penghargaan sebagai Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia ini juga mengikuti sejumlah festival film internasional, antara lain Shanghai International Film Festival 2015 (menjuarai kategori Best Scriptwriter), 17th Taiwan International Film Festival, 23rd Filmfest Hamburg 2015, 19th Toronto Reel Asian International Film Festival 2015 (dianugerahi Honourable Feature Mention), 9th Warsaw Five Flavours Film Festival 2015 (mendapat penghargaan Special Mention), Vancouver International Film Festival.

A Copy of My Mind

Film arahan sutradara Joko Anwar ini berhasil lolos dalam 72nd Venice International Film Festival, Busan International Film Festival, dan Toronto International Film Festival. A Copy of My Mind juga mengantarkan Joko sebagai Sutradara Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2015.

A Copy of My Mind terwujud ketika Joko memenangkan pitching forum dalam Asian Project Market (APM) di ajang Busan International Film Festival 2014. Dalam jumpa pers Jogja Asian Film Festival 2015, Joko sempat bercerita bahwa A Copy of My Mind merupakan film yang lahir dari keterbatasan. Namun, Joko terselamatkan bantuan teman-temannya yang sukarela meminjamkan peralatan teknis hingga uang tunai.

The Fox Exploits The Tiger’s Might

Tidak banyak film Indonesia yang berhasil menembus Cannes Film Festival. Hadirnya film arahan sutradara Lucky Kuswandi di ajang bergengsi itu menjadi sejarah baru di Indonesia.

Mengusung potret relasi kuasa dan seksualitas dari masyarakat minoritas pada masa Orde Baru, film pendek ini masuk ke kompetisi International Critics Week, sebuah kategori yang dihormati dalam ajang Cannes.

Selain tampil di Cannes, film ini mendapat penghargaan Silver Screen Awards di ajang Singapore International Film Festival untuk dua kategori, Film Pendek Terbaik Asia dan Sutradara Terbaik.

Another Trip to The Moon

Ini adalah film panjang pertama garapan Ismail Basbeth. Dengan pendekatan surealis, film ini secara menarik menyajikan unsur lokalitas dengan pemaknaan yang berlapis-lapis. Another Trip to The Moon masuk dalam kompetisi kategori Hivos Tiger dalam International Film Festival Rotterdam.

Lembusura

Film pendek arahan sutradara muda Wregas Bhanuteja ini berhasil menembus 65th Berlin International Film Festival 2015 dalam kategori Berlinale Shorts. Kehadiran Lembusura dalam ajang Berlinale melengkapi jajaran film Indonesia di pentas film dunia.

Aach Aku Jatuh Cinta

https://www.youtube.com/watch?v=yeiqdOTsBj8

Film ini merupakan film drama romantis yang digarap sutradara Garin Nugroho. Terasa spesial mengingat Garin terakhir menggarap film dengan genre serupa pada 1991, lewat Cinta dalam Sepotong Roti. Aach Aku Jatuh Cinta diperankan oleh Pevita Pearce dan Chicco Jericho, memulai debut penayangannya dalam Busan International Film Festival.

Mencari Hilal

Film arahan sutradara Ismail Basbeth ini cukup mendapat tempat di tahun ini, antara lain berhasil masuk dalam Busan International Film Festival, Singapore International Film Festival, dan Tokyo International Film Festival.

loading...