HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pendidikan Menjadi Tolak – Ukur Keberhasilan Suatu Pembangunan di Aceh

42

Oleh: Zarra Silvia Balqis[1. Mahasiswi Sosiologi, Fisip Unsyiah]

HARIANACEH.co.id – Sejatinya pendidikan adalah suatu proses pembelajaran, penambahan ilmu pengetahuan, serta pengenalan terhadap hal – hal yang dianggap baru guna mencerdaskan tiap individu maupun kelompok. Faktor pendidikan sendiri menjadi suatu faktor penentu yang sangat penting bagi suatu bangsa untuk meningkatkan daya saing maupun kualitas sumber daya manusianya. Dengan adanya pendidikan manusia mampu berpikir rasional dan maju mengikuti perkembangan zaman yang terus manuntut manusia untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Baik itu perkembangan teknologi, pengetahuan, fashion, budaya dan lainnya.

Namun sekarang apa yang kita lihat justru bertolak belakang dengan harapan. Tingkat pendidikan di negara kita Indonesia, khususnya Aceh masih sangat jauh tertinggal dan sangat memprihatinkan. Hal tersebut dapat kita lihat mulai dari sistem pendidikan yang dijalankan tidak berjalan dengan baik, tenaga pendidik yang sebagian tidak berkompeten pada bidangnya, kurangnya sarana dan prasaran pendukung di dunia pendidikan tersebut, serta tidak adanya kemauan dari setiap individu itu sendiri untuk menjalani pendidikan dengan maksimal. Belum lagi persoalan biaya pendidikan yang tinggi, membuat sebagian dari masyarakat kita masih ada yang sama sekali tidak dapat menjalani pendidikan. Kemudian juga persoalan pola pikir masyarakat yang acuh terhadap pendidikan, menjadi faktor penghambat bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh sendiri khususnya.

Akan tetapi, persoalan – persoalan rumit tentang pendidikan tersebut seharusnya bukan menjadi hambatan bagi pemerintah Aceh dalam mengoptimalkan sistem pendidikan yang berkualitas di Aceh, justru sebaliknya, persoalan – persoalan tersebut seharusnya menjadi tantangan bagi pemerintah Aceh untuk dapat lebih maksimal lagi dalam memperhatikan pendidikan di Aceh sendiri. Pemerintah diharapkan lebih peka terhadap persoalan – persoalan pendidikan tersebut bahkan sampai kepada persoalan terkecil sekalipun.

Baca Juga

APBA dan Elit Yang Tuli

Mengenang Bencana Tsunami

Memory SMONG

LGBT Bermunculan di…

Kaum Waria dan Kid Zaman Now

Karena pendidikan semestinya dapat menjawab beberapa persoalan pelik yang terjadi saat ini, terutama persoalan pembangunan di Aceh yang terlihat lamban bahkan seperti jalan ditempat. Pembangunan bukan hanya dilihat dari segi pembangunan gedung-gedung tinggi yang megah, serta pembangunan jalan raya yang bagus. Akan tetapi pembangunan adalah sebuah proses perubahan yang dilakukan melalui upaya – upaya sadar dan terencana di setiap bidang. Baik itu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Pembangunan yang baik dapat dilihat dari sedikitnya tingkat kemiskinan, berkurangnya jumlah pengangguran yang ada serta tingginya tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Pembangunan juga harus memperhatikan keberlanjutannya sepertihalnya memperhatikan ketersediaan sumber daya alamnya untuk generasi selanjutnya juga dengan menjaga kearifan lokal yang ada di daerahnya masing – masing. Seperti halnya Aceh yang tekenal dengan serambi mekahnya.

Oleh karena itu pendidikan sangat penting guna menjadi tolak – ukur yang kuat untuk dapat melihat keberhasilan pembangunan yang ada di Aceh. Dengan demikian, dengan adanya pendidikan tanah rencong kita diharapkan dapat mewujudkan pembangunan yang bermartabat. Serta menjadikan Aceh sebagai daerah yang maju dan dapat dicontoh. Karena yang kita tau Aceh merupakan salah satu daerah istimewa yang memiliki otonimi khusus serta memiliki kekayaan alam yang sangat luas dan masih terjaga kealamiannya. Dan hal tersebut merupakan aset yang dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan etika – etika pembangunan.

Maka dari itu apabila pendidikan hanya menjadi perbincangan diatas meja yang tidak ada dampaknya terhadap pembangunan di Aceh sendiri khususnya, dan lebih lagi apabila pemerintah tidak melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan maka pendidikan di Aceh akan terus jauh tertinggal. Hal tersebut bukan hanya berdampak pada Aceh saja, namun juga pada bangsa kita Indonesia. Semakin rendahnya kulaitas sumber daya manusia suatu bangsa maka bangsa tersebut tidak dapat bersaing dalam berbgai bidang dengan bangsa lain. Dan oleh sebabnya bangsa kita akan sangat jauh tertinggal bahkan akan memiliki dampak lain yakni persoalan hutang dan ketergantungan terhadap negara lain yang tidak dapat dilepaskan. Hal ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah untuk dapat mewujudkan pembangunan yang baik secara infrastruktur juga suprastruktur.

Namun demikian persoalan pembangunan yang menyangkut pendidikan sekarang ini juga bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Akan tetapi hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat untuk dapat berpikir rasional dan terbuka terhadap pendidikan. Masyarakat juga tidak boleh selalu berpangku pada pemerintah, masyarakat sehrausnya lebih peka terhadap isu – isu sosial yang dianggap penting terutama permasalahan sosial, serta masyarakat harus bersikap mandiri atas dirinya sendiri dan tidak melulu menyalahkan aturan namun cobalah untuk dapat menyalurkan aspirasi, juga dapat mengkritisi hal – hal yang dianggap janggal ataupun tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat