HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hillary Clinton: Pertanyaan Serius Pasca Eksekusi Ulama Syiah di Arab Saudi

1

HARIANACEH.co.id – Hillary Clinton mengatakan eksekusi Arab Saudi terhadap 47 orang Iran, termasuk ulama Muslim Syiah Nimr al Nimr menimbulkan ‘pertanyaan serius’.

“Jelas menimbulkan pertanyaan serius yang harus kita arahkan langsung ke Pemerintah Saudi,” kata Clinton tentang bagaimana ia akan menangani situasi sebagai presiden.

“Kami memiliki pemerintah yang bekerja dengan sejumlah isu yang kebijakan dan nilai-nilainya bertentangan dengan kita. Namun juga memiliki kepentingan tertentu dengan kita bahwa kita terlibat didalamnya,” lanjut Clinton, seperti dikutip CNN, Senin (4/1/2016).

Clinton mengatakan dia prihatin tentang eksekusi, dan akan bergabung dengan para pemimpin lainnya, khususnya pemerintah Obama, pemerintah Eropa dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Ajaran Syiah: ‘Jima dengan Istri Melalui Dubur Tidak Batalkan Ibadah Puasa’

Eksekusi memicu serangkaian kecaman dari Muslim Syiah, terutama didominasi Syiah Iran, di mana demonstran melemparkan bom molotov ke kedutaan Saudi di Teheran.

Puncaknya adalah ketika Arab Saudi mengumumkan bahwa Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) juga meminta Arab Saudi untuk menghormati hak asasi manusia dan mengizinkan perbedaan pendapat.

“Kami sangat prihatin bahwa pelaksanaan eksekusi tersebut memperburuk ketegangan yang sudah ada,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS John Kirby.

Begitu juga dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang sangat kecewa dengan eksekusi tersebut.

loading...