HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kapolri: “Harus Dikaji Dulu Amnesti untuk Din Minimi”

5

HARIANACEH.co.id – Polri tidak mempermasalahkan rencana pemberian amnesti kepada Nurdin bin Ismail atau kelompok Din Minimi dan anak buahnya. Namun proses pengampunan hukuman untuk Din dan anak buahnya harus melalui proses pengkajian.

“Ya boleh saja kan hak presiden kalau memang sudah dikaji. Kita diperintahkan untuk melakukan pengkajian masalah GAM ini. Menteri Polhukam, Polri, Jaksa Agung, nanti duduk bersama untuk melakukan pengkajian apakah ini sudah bisa diberikan amnesti. Nah (setelah itu) Presiden akan memberikan (keputusan) soal amnesti itu,” tutur Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti di Kompleks Istana Presiden, Senin (4/1/2016).

Jenderal bintang empat ini mengatakan telah meminta data dari Polda Aceh. Data tentang kasus-kasus yang melibatkan kelompok Din Minimi. “Itu juga yang harus kita pertimbangkan, terus beberapa banyak yang sudah ditangkap oleh Polda Aceh. Apakah itu yang termasuk diberikan amnesti. Itu kan harus kita pelajari,” bebernya.

Polri tidak akan menghalangi proses pemberian amnesti untuk Din dan kelompoknya. “Ya boleh saja, tapi itu kan ada prosesnya. Enggak masalah.
Kan sudah dikoordinasikan dengan polda setempat,” terangnya.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan berharap agar publik bersabar menunggu pengampunan hukuman untuk Din Minimi dan anak buahnya.

“Tunggu saja, kan itu enggak juga seperti membalik tangan. Kita pelajari, kan Presiden sudah mengatakan itu, kita tunggu saja,” kata Luhut, Senin (4/1/2015).

Luhut telah melaporkan rencana pemberian amnesti untuk Din dan anak buahnya. “Saya sudah lapor Presiden, kita tunggu saja beberapa waktu ke depan,” terangnya.

Hari ini, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengirimkan surat ke Presiden Joko Widodo untuk mengurus proses pengampunan hukuman untuk Din dan anak buahnya.

Presiden Jokowi berjanji akan mengabulkan permintaan kelompok bersenjata pimpinan Din Minimi soal pemberian amnesti. Presiden menyatakan siap memproses pengampunan hukuman untuk Din dan anak buahnya.

Kelompok Din Minimi bersedia turun gunung dan menyerahkan senjata setelah berunding dengan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso. Penyerahan senjata itu dilakukan di halaman rumah orang tua Din Minimi di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Din Minimi setuju menyerahkan senjata setelah enam tuntutan mereka diakomodasi. Antara lain pemberian amnesti kepada anggotanya sebanyak 120 orang dan 30 orang yang sudah ditahan polisi. Mereka juga menuntut yatim piatu dan janda korban konflik disantuni.

loading...