HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di AS, Rasa Kesepian Ternyata Lebih Mematikan Ketimbang Penyakit Jantung

8

HARIANACEH.co.id – Rasa kesepian yang dialami setiap orang di Amerika Serikat (AS) dinilai dapat lebih mematikan dibanding penyakit diabetes, stroke, dan kurang olahraga. Para ilmuwan memperingatkan rasa kesepian bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Kurangnya jaringan teman atau keluarga dinilai berbahaya untuk kesehatan Anda lantaran kurangnya aktivitas fisik di masa muda atau diabetes di masa tua.

Para ilmuwan dari University of North Carolina meneliti kaitan antara hubungan seseorang dan kesehatannya di setiap kehidupan dan pada setiap tahap kesehatan. Mereka memutuskan bahwa ‘hubungan’ yang lemah dalam beberapa tahun dan pada usia yang lebih muda, dapat meningkatkan risiko peradangan dengan tingkat yang sama seperti kurang olahraga.

Selanjutnya, hipertensi pada usia tua lebih mungkin terjadi sebagai akibat kesepian daripada faktor risiko klinis, termasuk diabetes.

Namun, orang yang memiliki dukungan dari orang-orang tercinta cenderung dapat meningkatkan kondisi kesehatan dan lebih mungkin untuk memiliki harapan hidup yang lebih lama.

“Berdasarkan temuan ini, harus sama pentingnya untuk mendorong remaja dan dewasa muda untuk membangun hubungan sosial yang luas dan keterampilan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan makan sehat dan aktif secara fisik,” ujar Kependudukan Pusat Carolina Dr Kathleen Mullan Harris seperti dilansirDailymail, Selasa (5/1/2016).

Studi sebelumnya menemukan bahwa, orang dewasa akan lebih lama masa hidupnya jika memiliki lebih banyak relasi sosial. Ini senada dengan studi terbaru yang menunjukkan bagaimana hubungan sosial mampu mengurangi risiko kesehatan yang buruk pada setiap kehidupan.

Pada kesempatan yang sama, Dr Yang Claire Yang dari Pusat Kanker Lineberger Comprehensive memaparkan, pihaknya mempelajari interaksi antara hubungan sosial, faktor perilaku, dan disregulasi fisiologis yang dari waktu ke waktu menyebabkan penyakit kronis, penuaan hingga kanker, menjadi salah satu contoh paling menonjol dari masalah tersebut.

“Analisis kami membuat jelas bahwa dokter dan petugas kesehatan lainnya harus melipatgandakan upaya mereka untuk membantu masyarakat memahami betapa pentingnya ikatan sosial yang kuat sepanjang perjalanan hidup kita,” papar Yang Claire.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat