HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Eksekusi Saudi Seharusnya Dipuji Bukan Dikritisi

4

HARIANACEH.co.id – Arab Saudi mempertahankan diri dari segala kritik atas eksekusi mati ulama ternama Syiah Nimr al-Nimr.

Nimr, 48, dieksekusi mati beserta 46 orang lainnya atas tuduhan kejahatan terorisme pada 2 Januari. Eksekusi ini memicu gelombang protes di negara yang didominasi Muslim Syiah di Timur Tengah, termasuk Iran.

“Saudi memang harus mengeksekusi Nimr, karena terbukti telah mengatur pergerakan sel (teroris), dengan menyediakan mereka dengan senjata dan uang,” kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir dalam wawancara dengan Reuters, Senin (4/1/2016).

“Kami seharusnya dipuji atas semua ini, bukan malah dikritik,” tutur dia.

Gelombang unjuk rasa muncul di Teheran, Iran, setelah eksekusi Nimr. Warga menyerbu dan membakar Kedutaan Besar Saudi serta gedung konsulat. Hal ini berujung pada pemutusan hubungan diplomatik.

Riyadh meminta Teheran “untuk bertindak seperti negara normal” sebelum dapat memperbaiki hubungan diplomatik. Saudi menilai justru Iran yang meningkatkan ketegangan usai eksekusi mati dilakukan terhadap ulama Syiah Nimr al-Nimr.

“Tidak ada peningkatan (ketegangan) di Saudi. Tindakan kami semuanya reaktif. Iran yang pergi ke Lebanon. Iran yang mengirim pasukan Qods dan Garda Revolusioner ke Suriah,” kata Jubeir, yang menuding Iran sedang merencanakan serangan di beberapa negara Teluk.

Meski hubungan diplomatik diputus, Jubeir mengatakan jamaah asal Iran masih boleh mengunjungi Makkah dan Madihan, baik untuk ibadah haji atau umrah.

Dalam wawancara terbaru, Jubeir juga mengemukakan rencana menutup semua akses udara dari dan menuju Iran serta mengakhiri hubungan perdagangan.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat