HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kaum Wanita Sulit Mengecilkan Perut, Ini Alasannya

3

HARIANACEH.co.id – Seringkali lemak di perut menjadi ganjalan penampilan kaum perempuan. Berdasarkan hasil riset penelitian, lemak di perut sebenarnya bisa melindungi perut, usus, dan organ halus lainnya. Namun masalahnya, jika terlalu banyak tumpukan lemak di perut tentunya ini menjadi tidak sehat.

Sel-sel lemak ekstra di perut Anda (alias lemak visceral) menghasilkan hormon adiposa dan adipokines-kimia onar yang melakukan perjalanan ke pembuluh darah dan organ. Dimana mereka menyebabkan peradangan yang dapat berkontribusi untuk masalah seperti penyakit jantung dan diabetes.

“Saat perempuan mulai turun berat badannya, mereka biasanya kehilangan 30 persen lebih banyak lemak perut dibandingkan dengan lemak total,” kata Ahli Endokrinologi di Rush University Prevention Center di Chicago, Rasa Kazlauskaite seperti dilansir Health.com.

Namun terkadang, perempuan mengalami kesulitan untuk menghilangkan lemak perut tersebut. Berikut 9 alasan mengapa lemak perut sulit dihilangkan.

1. Anda sedang diet rendah lemak

Untuk meluruhkan lemak perut, sebaiknya konsumsi asam lemak tak jenuh tunggal lemak khusus (MUFA). “MUFAs yang mengenyangkan, sehingga mereka membantu Anda makan makanan berkualitas rendah lebih sedikit,” kata David Katz, MD, direktur Yale Prevention Research Center.

2. Depresi

Wanita dengan gejala depresi jauh lebih mungkin untuk memiliki lemak perut ekstra, berdasarkan hasil studi Rush University Medical Center baru-baru ini. Itu mungkin karena depresi terkait dengan berkurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang buruk.

3. Makanan cepat saji atau bungkusan

Karbohidrat sederhana (seperti keripik) dan ditambahkan gula (dalam item seperti minuman manis) menyebabkan gula darah Anda meningkat, yang memicu insulin-hormon dan mampu mendorong hati Anda untuk menyimpan lemak di tengah Anda.

4. Kurang air putih

Magnesium mengatur lebih dari 300 fungsi dalam tubuh. Tidak mengherankan, adanya studi pada 2013 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari itu memilih kadar gula darah yang rendah demikian juga dengan tingkat insulinnya.

5. Kecanduan soda diet

Sebuah studi terkait obesitas menemukan bahwa peminum soda diet lebih cenderung memiliki persentase lemak yang tinggi di perut mereka. Para peneliti berpikir bahwa peminum soda diet mungkin berpikir kalori dalam soda rendah sehingga tetap makan seperti biasa.

6. Sering minum bir

Menurut sebuah studi di Denmark 2013, bir mungkin memang dikaitkan dengan obesitas perut. Sebuah studi menemukan bahwa jumlah alkohol jenis apapun yang wanita minum berkontribusi untuk menambah berat badan.

7. Melupakan yoga

Perubahan hormon-menopause yang biasanya dimulai pada usia 40-an, membuat wanita lebih sulit untuk menghancurkan lemak perut. Tapi, olahraga yoga dapat membantu mengimbangi efeknya. Sebuah studi 2012 menemukan bahwa wanita menopause yang melakukan sesi yoga selama satu jam dalam waktu tiga kali seminggu selama 16 minggu mampu mengecilkan lebih dari 1/2 inci lemak di sekitar pinggang mereka.

8. Makanan yang dimakan berwarna cokelat

Buah dan sayuran yang berwarna cerah mengandung banyak vitamin C. Sebuah penelitian terbaru di The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa wanita yang makan sayuran dan buah berwarna merah, oranye, dan kuning memiliki pinggang yang lebih kecil.

9. Olahraga tanpa keringat

Sebaiknya lakukan olahraga yang bisa mengeluarkan banyak keringat. “Latihan dengan intensitas tinggi tampaknya lebih efektif dalam mengurangi insulin, trigliserida, dan kortisol, dan membakar lebih banyak kalori dalam waktu cepat,” catatan Shawn Talbot, PhD, seorang rekan dari American College of Sports Medicine.

loading...