HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ketegangan Arab Saudi dan Iran Bikin Turki Ingin Bantu Redamkan

3

HARIANACEH.co.id – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan apapun untuk membantu meredamkan ketegangan antara Arab Saudi dan Iran.

“Kami berharap seluruh negara di kawasan (Timur Tengah) berpikiran waras dan mengambil langkah untuk meredakan ketegangan di kawasan,” ujar Davutoglu, seperti dikutip AFP, Selasa (5/2/2015).

“Sebagai negara, Turki siap berbuat berbagai macam cara untuk memcahkan masalah antara kedua negara (Arab Saudi-Iran),” lanjutnya.

Masalah muncul ketika Arab Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah Nimr al-Nimr bersama 46 orang lainnya. Eksekusi terhadap Nimr itu memicu reaksi keras di Iran, yang populasi utamanya adalah warga Syiah.

Warga Iran kemudian menyerbu Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran, menyampaikan protes. Akibat penyerangan ini, Arab Saudi mengecam Iran yang dianggap tidak memberikan perlindungan dan berujung pada pemutusan hubungan kedua negara.

“Turki mengecam serangan terhadap kedutaan. Apapun alasannya, serangan semacam itu tidak bisa diterima,” lanjutnya.

Sementara Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan, sikap bermusuhan antara dua kekuatan Muslim di dunia hanya akan menimbulkan eskalasi masalah di kawasan.

“Sudah cukup. Kita butuh perdamaian di kawasan ini,” tegas Kurtulmus.

Pemerintah Iran sendiri tak peduli dengan sikap Arab Saudi yang memutuskan hubungan diplomatik. Mereka menyebutkan hal tersebut tidak akan melukai Iran.

Juru Bicara Pemerintah Iran Mohammad Bagher Nobakht menegaskan, keputusan Arab Saudi tidak akan merusak perkembangan yang telah diupayakan oleh negaranya.

Bagi Nobakht, hubungan dengan Arab Saudi tidak akan memberikan dampak besar dengan perkembangan nasional Iran. Bahkan, kondisi ini justru akan membuat Arab Saudi menderita.

loading...