HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Setelah Arab Saudi, Kini Sudan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

2

HARIANACEH.co.id – Sudan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, setelah terjadinya penyerbuan terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dan gedung konsulat di Iran.

Penyerbuan merupakan bentuk protes warga atas eksekusi mati ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Saudi.

“Sebagai respon atas serangan barbar terhadap Kedubes Saudi di Teheran dan konsultan di Mashhad, pemerintah Sudan mengumumkan pemutusan hubungan dengan Republik Islam Iran,” ucap pernyataan Kementerian Luar Negeri Sudan, seperti dilansir Reuters, Senin (4/1/2016).

Setelah memutus hubungan diplomatik, Saudi meminta seluruh diplomat Iran untuk segera meninggalkan Saudi. Bahkan, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan diplomat Iran hanya diberi waktu 48 jam untuk segera angkat kaki dari negaranya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi dan Iran terpecah atas perang sipil di Suriah. Iran mendukung rezim Suriah, sementara Saudi meluncurkan serangan terhadap pemberontak di Houthi di Yaman yang mendapat dukungan Iran.

Akibat ketegangan terbaru kedua negara, harga patokan minyak dunia Brent naik lebih dari 2,5 persen, dan lebih dari USD1 per barel ke level tertingginya pada pagi ini di level USD38,50 per barel, sebelum berkurang kembali ke USD38,28 per barel.

Nimr adalah ulama Syiah yang memimpin protes anti-pemerintahan di Saudi pada 2011. Saudi mengeksekusi mati dirinya karena dinilai terbukti bersalah atas kejahatan terorisme.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat