HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Johan Budi Layak Jadi Juru Bicara Kepresidenan

13

HARIANACEH.co.id – Johan Budi SP., mantan Plt. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai layak menjadi Juri Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena memiliki rekam jejak dan wawasan yang luas dalam berbagai persoalan (isu).

Dosen Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus (UMK) mengutarakan hal itu, Kamis (7/1/2016). ”Johan Budi SP sangat layak menjadi Jubir Presiden. Dia sudah membuktikan kemampuan dan kualitasnya saat menjadi Jubir KPK,” ujarnya.

Penilaian Yusuf tersebut mendasarkan pada kemampuan berkomunikasi Johan Budi SP yang sangat bagus semasa tiga periode menjadi Jubir KPK, dia sukses dalam membangun citra KPK di depan publik, dan berhasil menjawab keraguan publik terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi serta mampu menepis stigma negatif tentang KPK.

Selain itu, dunia media massa dan public relation, lanjut Yusuf, juga bukan dunia yang asing bagi Johan Budi. Sebab, ia adalah praktisi senior di dua bidang tersebut. Ia tercatat pernah menjadi editor investigasi, politik, dan menjadi kepala Biro Jakarta dan Luar Negeri di Majalah Tempo.

Selain itu, ia juga tercatat pernah bekerja sebagai reporter dan editor Majalah Forum Keadilan serta menjadi kolumnis aktif di Harian Media Indonesia. ”Jadi kemampuan Johan Budi berkomunikasi tidak perlu diragukan lagi,” tegasnya.

Kemampuan dan kualitas mantan Jubir KPK tersebut, juga dibuktikan dengan penghargaan yang pernah diraihnya. ”Beliau pernah dinobatkan sebagai praktisi terbaik di bidang Hubungan Masyarakat (Humas) oleh Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Public Relation Network dan menyabetThe Golden Speaker dari Rakyat Merdeka Group pada 2013,” paparnya.

Dengan jejak rekam yang dimiliki itulah, menurut Yusuf, Johan Budi SP dinilai sangat layak sebagai Jubir Presiden Jokowi. ”Secara pribadi sebagai bagian dari rakyat Indonesia dan akademisi perguruan tinggi di UMK, saya sangat mendukung jika Pak Johan Budi diangkat sebagai Jubir Presiden,” ungkapnya. (*)

loading...