HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tahukah Anda Risiko Terapi Chiropractic? Yuk Kita Kenali dan Pahami!

2

HARIANACEH.co.id – Beberapa hari ini, terapi chiropractic menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Ini karena kasus meninggalnya seorang wanita setelah menjalani terapi chiropractic di sebuah klinik kesehatan. Lalu, apa itu pengobatan chiropractic?

Seperti dilansir dari Webmd, chiropractic merupakan terapi pengobatan manipulasi tulang belakang dengan menggunakan tangan dan pengobatan alternatif lainnya. Teori lain dari chiropractic adalah menyelaraskan struktur muskuloskeletal tubuh, terutama tulang belakang, dan ini akan memungkinkan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri tanpa operasi atau obat.

Tindakan dengan tangan itu digunakan untuk mengembalikan mobilitas sendi yang terbatas oleh cedera jaringan yang disebabkan oleh peristiwa traumatis, seperti jatuh, atau stres yang berulang, seperti duduk dengan posisi tak benar.

Chiropractic biasanya digunakan sebagai bantuan alternatif untuk nyeri pada otot, sendi, tulang, dan jaringan ikat, seperti tulang rawan, ligamen, dan tendon, dan terkadang pada pengobatan medis konvensional. Dengan kata lain, chiropractic dapat memulihkan dan memelihara serta mengembalikan fungsi sistem saraf menjadi normal kembali.

Apa efek chiropractic pada sakit punggung?

Pertama, seorang ahli tulang akan melihat riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan menggunakan tes laboratorium atau pencitraan diagnostik untuk menentukan apakah pengobatan yang tepat untuk sakit punggung Anda.

Rencana pengobatan mungkin melibatkan satu atau lebih penyesuaian manual dimana dokter memanipulasi sendi, menggunakan pengontrol, kekuatan yang tiba-tiba untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas gerak.

Banyak ahli tulang juga menggabungkan konseling gizi dan latihan atau rehabilitasi ke dalam rencana pengobatan tersebut. Tujuan dari perawatan chiropractic adalah memulihkan fungsi dan mencegah cedera tambahan bila rasa nyeri kembali.

Apa keuntungan dan risiko chiropractic?

Manipulasi tulang belakang dan perawatan chiropractic umumnya dianggap aman dan efektif untuk sakit tulang belakang bagian bawah yang akut, ataupun jenis cedera tiba-tiba, misalnya akibat dari memindahkan perabotan, nyeri punggung akut, yang lebih umum daripada sakit kronis, berlangsung tidak lebih dari enam minggu dan biasanya akan lebih baik sendiri.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa chiropractic membantu dalam hal mengobati nyeri leher dan sakit kepala. Selain itu, radang sendi (osteoarthritis) dan sakit pada otot atau sekujur tubuh (fibromyalgia) juga dapat merespon tekanan moderat yang digunakan baik oleh ahli tulang dan praktisi pijat jaringan dalam.

Studi belum mengonfirmasi efektifitas dari prolotherapy atau sclerotherapy untuk menghilangkan rasa sakit, yang digunakan oleh beberapa ahli tulang, dan dokter untuk mengobati sakit punggung kronis.

Risiko chiropractic

Orang-orang yang mengalami osteoporosis, kompresi sumsum tulang belakang, atau arthritis inflamasi, atau yang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya tidak menjalani terapi ini. Selain itu, pasien dengan riwayat kanker harus pertama mendapatkan izin dari dokter mereka sebelum menjalani manipulasi tulang belakang.

Ingat, semua pengobatan didasarkan pada diagnosis yang akurat dari sakit punggung Anda. Ahli tulang harus diberitahu dengan baik tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk kondisi medis yang sedang berlangsung, obat-obatan yang sedang dikonsumsi saat ini, riwayat trauma atau bedah, dan faktor gaya hidup.

Meskipun jarang, ada kasus di mana pengobatan justru memperburuk dengan menyebabkan hernia dan atau piringan sendi menjadi tergelincir, atau manipulasi leher mengakibatkan cedera tulang belakang bahkan bisa berujung pada stroke. Untuk amannya, selalu periksa dengan dokter Anda untuk memastikan kondisi Anda bisa menjalani terapi alternatif nyeri chiropractic atau lainnya.

Seperti diketahui, terapi chiropractic menelan korban jiwa dimana seorang wanita bernama Allya Siska Nadya, 33, meninggal dunia usai menjalani chiropractic di sebuah klinik.

Awalnya, Allya mengeluh merasakan pegal di bagian otot leher. Awal Agustus 2015, Allya mencoba terapi di Klinik Chiropractic di Pondok Indah Mal 1. Ia melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty yang merupakan tenaga medis asing. Setelah membayar sebesar Rp17 juta, Allya pun direkomendasikan menjalani terapi sebanyak 40 kali.

Malam hari setelah terapi, Allya merasakan sakit luar biasa. Alfian lantas membawa putrinya ke Rumah Sakit Pondok Indah. 7 Agustus, sekitar pukul 06.00 WIB, Allya meninggal. Berdasarkan catatan medis dari rumah sakit, Allya mengalami kesemutan di bagian leher hingga lengan dan bagian belakang lehernya membengkak. Diduga karena adanya pembuluh darah yang pecah.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time