HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Yon Machmudi: Indonesia Jangan Terlibat dalam Konflik Saudi-Iran

22

HARIANACEH.co.id – Pengamat Timur Tengah dan Islam dari Universitas Indonesia Yon Machmudi mengatakan, Indonesia hendaknya bersikap netral dalam menyikapi konflik Arab Saudi dan Iran.

Apalagi, sambung Yon, posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia akan menarik perhatian dua negara yang itu. Baik Saudi maupun Iran akan berlomba-lmba mencari dukungan Indonesia.

“Oleh sebab itu, Indonesia harus dapat mencegah agar konflik tersebut tidak masuk ke Indonesia melalui perseteruan Syiah-Sunni yang direduksi menjadi isu Wahabi-Syiah,” kata Yon di Jakarta, Rabu (6/1/2016), seperti dilansir Antara.

Yon menambahkan, konflik Saudi-Iran adalah konflik yang terjadi guna memperebutkan hegemoni di Timur Tengah. Untuk itu, Yon meminta agar Indonesia tidak ikut menyebarkan kebencian, baik terhadap Wahabi maupun Syiah.

“Jangan mneyulut konflik Saudi-Iran ke Indonesia. Pemerintah Indonesia harus hati-hati dengan isu-isu semacam ini yang mudah menyebar di kalangan umat Islam,” terang Yon.

Yon melihat di balik konflik dua negara itu sebenanya terdapat kekuatan besar yang ikut bermain. Arab Saudi mendapat dukungan dari Amerika Serikat, sementara Iran didukung oleh Rusia.

“Karena konflik ini melibatkan dua ideologi yang berbeda, yaitu Sunni dan Syiah, kemungkinan besar kedua belah pihak akan berusaha menggalang dukungan dari dunia Islam,” katanya.

Tak hanya Indonesia, konflik tersebut juga berpotensi meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah karena baik Saudi maupun Iran telah mengajak negara-negara sekutunya untuk bergabung. Sudan, Mesir, dan Uni Emirat Arab menjadi kekuatan utama pendukung Saudi, sementara Irak dan Suriah di belakang Iran.

Konflik ini juga akan mengalami eskalasi mengingat posisi Iran yang makin menguat di kawasan ditambah peran Rusia yang makin agresif belakangan ini.

“Saudi yang sebelumnya selalu memenangi proxy war dengan Iran mengalami pelemahan karena mulai melemahnya posisi Amerika di Timur Tengah. Tentu Arab Saudi akan menggunakan segala caranya untuk memenangi konflik ini karena menyangkut keberlangsungan dan eksistensi kerajaan Saudi itu sendiri,” katanya.

Rusia juga  tidak akan tanggung-tanggung dalam mendukung Iran. Konflik ini jadi momen penting untuk Rusia guna kembali ke Timur Tengah setelah hancurnya Uni Soviet.

Oleh karena itu, secara umum konflik Iran dan Saudi lebih banyak dipengaruhi oleh kepentingan politik dan ekonomi.

“Biar bagaimanapun kondisi Timur Tengah yang rapuh dari sisi legitimasi politik ini memberikan peluang besar bagi bisnis persenjataan negara-negara industri,” katanya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat