HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

I Gede Panca Aswata: “Jero Wacik Lakukan Pelanggaran Administrarif”

4

HARIANACEH.co.id – Ahli hukum administrasi negara I Gede Panca Aswata menilai, dugaan korupsi Dana Operasional Menteri (DOM) yang dilakukan oleh mantan Menteri ESDM Jero Wacik bukan kasus pidana. Menurut dia, kasus itu masuk pelanggaran administratif.

Gede berpendapat, berdasarkan UU No 30 tahun 2014 tentang keuangan negara, seorang Menteri tidak mengurusi masalah administratif. Bila ada kesalahan secara administratif kata dia maka sanksi yang diberikan adalah sanksi administratif, bukan pidana.

“Menyimpang secara adminstratif belum tentu bisa dipidanakan, dalam konteks keuangan negara, dalam UU No.30 tahun 2014, hanya cukup untuk mengganti rugi uang negara,” kata Gede saat bersaksi buat terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2016).

Guru besar Fakultas Hukum Universitas Pandjadjaran itu juga berpendapat, bila terjadi penyimpangan DOM atas nama lembaga, maka lembaga tersebut yang harus mengganti kerugian negara. Namun, bila penyimpangan itu atas nama pribadi, maka yang melakukan penyimpangan harus melakukan ganti rugi.

“Menteri diberikan kebijakan diskresi, itu hukum privasi Kebijakan diskresi tidak bisa dipidanakan, bukan mengurangi rasa hormat saya terhadap pemberantasan korupsi. Selesaikan sanksi administrasi dahulu jangan dulu sanksi pidana,” jelas Gede.

Pada dakwaan pertama, Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didakwa menyalahgunakan DOM. Dana yang mencapai Rp8.408.617.149 ini disebut digunakan untuk memperkaya diri sendiri serta keluarganya.

Di dakwaan kedua, Jero selaku Menteri ESDM didakwa memeras dengan cara memaksa anak buahnya melakukan pengumpulan uang. Pemerasan dilakukan karena Jero menilai DOM di Kementerian ESDM lebih kecil dibandingkan di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Uang yang dikumpulkan oleh anak buahnya itu berasal dari kickback rekanan pengadaan. Jumlahnya mencapai Rp10,38 miliar. Uang itu digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi Jero.

Sementara pada dakwaan ketiga, Jero didakwa menerima gatifikasi terkait jabatannya sebagai Menteri ESDM. Gratifikasi diterima dalam bentuk pembayaran biaya pesta ulang tahun Jero tanggal 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jaksel, sejumlah Rp349.065.174.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat