HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ini Perbedaan Chiropractic dengan Fisioterapi

6

HARIANACEH.co.id – Terapi chiropractic ramai disorot usai tewasnya Allya Siska Nadya. Perempuan 33 tahun itu meninggal setelah melakukan terapi tersebut di klinik Chiropractic First Pondok Indah Mal.

Ketua Ortopedi Spine Indonesia, Didik Librianto, SpOT menjelaskan bahwa setiap kelainan yang terjadi pada tulang belakang seharusnya dikonsultasikan kepada dokter yang berkompeten, yakni bagian ortopedi.

“Konsultasi membantu pasien mengetahui lebih dalam mengenai keluhan yang dialami. Setelah konsultasi, dokter dan pasien akan berdiskusi terkait pengobatan,” papar Didik saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta.

Terkait chiropractic, dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini menegaskan, terapi tersebut tidak diakui dalam ilmu kedokteran.

“Dalam bidang ortopedi atau khususnya tulang belakang, pendidikan kita tidak mengenal adanya chiropractic atau manipulasi tulang belakang. Berbeda dengan fisioterapi yang memang diketahui dan diakui keamanannya,” urainya.

Didik tidak merekomendasikan terapi alternatif sebagai penyembuhan pertama masalah tulang belakang. Sebab, tindakan alternatif dalam kondisi tubuh yang tidak jelas bisa membahayakan nyawa.

“Misalnya, kita tidak tau di leher kita ada pergeseran bantal tulang, lalu tanpa pemeriksaan medis kita memutuskan alternatif dengan chiropractic, risikonya tulang leher bisa copot atau mengalami kelumpuhan,” terangnya.

Senada dengan Didik, Ketua Umum PB IDI Prof.Dr.Ilham Oetama Marsis,Sp.OG juga menyebut chiropractic sebagai pengobatan alternatif yang berakar pada aspek tradisional.

Meski demikian, Ilham tak menampik chiropractic bisa menjadi ilmu kedokteran modern jika berhasil terbukti manfaatnnya secara ilmiah.

“Tidak menutup kemungkinan karena ilmu kedokteran terus berkembang. Tapi sejauh ini chiropractic masih termasuk pengobatan tradisional,” kata dia.

loading...