HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kabinet Kerja Harus Kompak Bukan Hanya Kerja Cepat

4

HARIANACEH.co.id – Presiden Jokowi membuka 2016 dengan seruan “ayo kerja” kepada para pembantunya. Urusan konsolidasi seharusnya sudah selesai, kini fokus kabinet adalah percepatan program kerja, terutama infrastruktur.

Tapi kerja kabinet tidak cukup hanya cepat. Menteri harus saling mensikronkan program prioritas satu sama lain agar benar-benar saling mendukung. Tanpa kekompakan, percepatan yang ada hanya akan sebatas cepat tapi belum tentu terarah dan tepat sasaran.

Contoh paling mencolok adalah cita-cita mendorong potensi ekonomi kelautan. Program ini seolah berjalan begitu saja tanpa arah gara-gara kementerian terkait yang nampaknya ‘sangat fokus’ terhadap urusannya sendiri.

“Antar kementerian masing-masing sibuk sendiri, padahal rakor jalan terus,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Halu Oleo, Kendari, Syamsul Anam Illahi, SE., M.Ec.Dev., melalui telepon, Minggu (9/1/2016).

Langkah tegas Kementerian Kelautan dan menggenjot produksi perikanan tangkap nelayan lokal, tidak didukung adanya skema penguatan ekspor perikanan tangkap. Kementerian Perdagangan berasalan daya saing produk perikanan nasional masih rendah. Sedangkan mendongkrak daya saing produk menjadi tugas Kementerian Perindustrian.

Nelayan juga membutuhkan pelabuhan hub dan feeder yang representatif agar bisa cepat memasarkan ikan tangkapannya. Pemerintah menyadarinya dan menganggarkan Rp 18,5 trilyun untuk sembilan proyek pelabuhan di seluruh Indonesia bagian timur. Tapi dalam lebih satu tahun terakhir New Port Makassar dan Pelabuhan Jayapura yang sudah masuk tahap kontruksi.

Sementara meningkatkan nilai produksi, diperlukan industri pengolahan produk perikanan tangkap. Seperti tuna filed, pengolahan dan industri pengalengan ikan, hingga ikan beku yang membutuhkan konsistensi pembangunan infrastruktur kelistrikan serta jalur jalan dan kereta api.

Bukan hanya untuk pengolahan ikan, namun juga industri lain berbasis sumber daya alam yang merupakan kekuatan kawasan ini. “Ada peluang besar dari percepatan hilirisasi produk-produk berbasis sumber daya alam. Hilirasi adalah kerjasama pemerintah dengan swasta dan masyarakat,” imbuh ekonom muda ini.

loading...