HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Maman Imanul Haq: “Yuddy Menteri Tanpa Prestasi Tapi Banyak Omong”

20

HARIANACEH.co.id – Tindakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan penilaian kinerja terhadap kementerian dan lembaga dianggap membuat kegaduhan baru. Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanul Haq menilai tindakan yang dilakukan MenPanRB Yuddy Chrisnandi tak tepat.

Maman mengatakan, PKB tak mendesak Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet. Ia sadar perombakan kabinet adalah hak prerogratif presiden.

Maman juga menegaskan, tak masalah dengan ranking penilaian yang dikeluarkan KemenPanRB terhadap penilaian kinerja kementerian dan lembaga.

“Yang menjadi masalah adalah saat Yuddy (MenPanRB) mengeluarkan penilaian kinerja kementerian. Kita tak protes ranking. Yuddy pembantu presiden, dia umumkan kinerja di 2015 di awal tahun 2016, itu timingnya salah,” kata Maman di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2015).

Politikus PKB ini menilai Yuddy merupakan sosok sensasional. Dengan tindakan yang diambil, ia menilai Yuddy telah melewati kewenangan sebagai pembantu Presiden Jokowi.

Ia mengingatkan, dari evaluasi satu tahun kinerja pemerintahan Jokowi-JK, ada beberapa permasalahan yang ditemukan. Salah satunya, kata dia, reformasi birokrasi yang tak kunjung selesai. Padahal, reformasi birokrasi merupakan program utama pemerintahan Jokowi-JK.

Selain itu, permasalahan koordinasi. Maman mengingatkan, menteri Kabinet Kerja harusnya sadar posisi mereka dan kapasitas mereka untuk berbicara.

“Ada menteri yang boleh ngomong, seperti mas Pram (Sekretaris Kabinet Pramono Anung). Yuddy itu menteri yang enggak ada prestasi tapi banyak omong,” kata dia.

Hal ini, kata dia, terlihat saat ramainya kasus pembunuhan Engeline di Bali yang sempat membuat heboh tahun lalu. Yuddy sebagai MenPanRB tiba-tiba ikut hadir di kediaman Engeline. “Apa coba urusan dia di Bali?”kata dia.

Seharusnya, MenPanRB tak merilis penilaian kinerja kementerian dan lenbaga ini. Yuddy sebaiknya melaporkan penilaian kepada Presiden Jokowi.

“Yang harus dilakukan Yuddy melaporkan ini kepada presiden, biarkan seorang Jokowi menilai pembantunya masing masing,” pungkas Maman.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat