HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pada 2016, Jatim Proyeksikan Bangun Dua Bandara Baru

3

HARIANACEH.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur merencanakan membangun dua bandara baru pada 2016. Bandara itu melayani angkutan minyak bumi dan gas (migas) di Bojonegoro serta transportasi komersial di Blitar.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan telah mengajukan rencana pembangunan bandara di Blitar ke pemerintah pusat. Sebab, wilayah udara di Blitar masuk dalam zona merah Pangkalan TNI Angkatan Udara Moaspati Magetan.

Beda lagi dengan bandara khusus migas di Bojonegoro. Pakde Karwo, demikian Gubernur akrab disapa, masih menunggu izin dari pemerintah pusat terkait bandara khusus itu.

“Detail Engineering Desain (DED) untuk yang Bojonegoro masih belum dikeluarkan oleh pusat,” kata Pakde Karwo di Surabaya, Senin (1/2/2016).

Bandara Bojonegoro, ungkap Pakde Karwo, merupakan insiatif pemerintah kabupaten setempat. Bandara menggunakan lahan seluas 195 hektare di Kecamatan Dander.

Lahan seluas 175 hekktare merupakan milik Perhutani. Namun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengizinkan lahan itu menjadi bagian dari bandara. Sementara sisanya merupakan milik warga.

Hingga kini, Jatim memiliki tujuh bandara, yaitu:

  • Bandar Udara International Juanda di Surabaya,
  • Bandar Udara Internasional Abdul Rachman Saleh di Malang,
  • Bandar Udara Blimbingsari di Banyuwangi,
  • Bandar Udara Notohadinegoro di Jember,
  • Bandar Udara Iswahyudi di Madiun,
  • Bandara Trunojyo di Sumenep, Madura
  • Terakhir adalah Bandara Harun Tohir di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi mengatakan permintaan pengguna jalur penerbangan masih sedikit. Sehingga penerbangan di wilayah Jatim masih dipusatkan di Bandara Juanda.

“Semua masih tergantung pada banyak dan sedikitnya permintaan konsumen,” kata Wahid.

loading...