HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dari Konflik Golkar Tak Boleh Lahir Partai Baru

3

HARIANACEH.co.id – Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono membantah munculnya partai baru di tengah persiapan Munaslub. Menurutnya tak ada arahan dari Kubu Agung Laksono, untuk mendirikan partai baru.

“Tidak ada arahan atau perintah dari pak Agung untuk membuat partai baru. Kami juga tidak mengenal siapa dia (Yamin Luther). Lagipula Mahkamah Partai telah membuat keputusan dua kubu yang bertikai Pak Agung dan Pak Aburizal Bakrie untuk tidak membuat partai baru,” kata Dave, saat dihubungi, Minggu (31/1/2016).

Pernyataan itu diamini oleh Ketua DPP Golkar dari kubu Aburizal Bakrie (Ical), Firman Soebagyo. Firman menjelaskan sudah ada kesepakatan dari kedua kubu sejak awal islah yang digagas oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keputusan saat Silaturahmi Nasional (Silantnas), tidak ada pecahan partai baru dari Golkar.

Semangat tersebut, sambung Firman, telah diwujudkan oleh keduanya baik Ical dan Agung melalui rekonsiliasi. Sehingga isu mengenai pendirian partai baru Golkar Indonesia tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

“Enggak gampang bikin partai, sekarang dalam situasi kondisi politik orang bikin partai tidak bisa instan. Itu hanya orang-orang frustasi, kita biarkan saja,” pungkas dia.

Sebelumnya, di tengah persiapan Munaslub muncul wacana akan ada deklarasi partai baru, yaitu Partai Golkar Indonesia (PGI). Sekretaris panitia deklarasi Yamin Luther mengatakan PGI akan segera dideklarasikan dalam waktu dekat.

Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono mengaku tak mengetahui adanya rencana deklarasi PGI. Agung pun tidak merestui pembentukan partai baru pecahan Golkar itu.
“Saya tidak tahu menahu ada lahir baru dari Golkar, yang menamakan diri Partai Golkar Indonesia. Dan saya tidak pernah setuju adanya partai baru dari Golkar, terutama akibat konflik internal,” kata Agung saat dihubungi, Kamis 28 Januari.

loading...