HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hubungan Romantis Bisa Jadi Buruk Akibat Pengaruh Media Sosial

5

HARIANACEH.co.id – Media sosial terbukti sering menjadi alasan dibalik rusaknya sebuah hubungan romantis. Berdasarkan psikolog, jika seseorang menghabiskan waktu terlalu banyak di media sosial, mereka akan mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan yang stabil.

“Media sosial sering merusak sebuah hubungan karena ia menghilangkan privasi. Bagi orang yang sering menggunakan media sosial, tidak ada lagi ruang untuk mereka,” kata psikolog Ashima Srivastava pada IANS, seperti yang dikutip dari BGR.

Samir Parikh, Director dari departemen kesehatan mental dan ilmu perilaku di Fortis Healthcare juga memiliki pendapat yang sama. Dia menyebutkan, media sosial membuat prioritas seseorang menjadi salah dan hal inilah yang akan mempengaruhi hubungan mereka.

“Seseorang akan memiliki ekspektasi yang tidak realistis dari pasangan mereka setelah mendengar cerita yang tidak lengkap dari sebuah media sosial,” kata Ripan Sippy pada IANS.

Penggunaan media sosial yang berlebihan akan mengikis elemen-elemen penting dalam sebuah hubungan seperti kepercayaan dan pendapat pribadi. “Masalah seperti siapa yang menyukai foto siapa dan siapa yang memberikan komentar dipost tertentu, dan bahkan pembicaraan pribadi melalui private chat merupakan pembunuh hubungan,” kata Srivastava.

Penggunaan media sosial membuat mental penggunanya lelah, yang membuat mereka enggan untuk mendengarkan pendapat pasangan mereka.

“Rasa lelah yang berlebih dan konten-konten yang ada di media sosial terkadang memenuhi pikiran seseorang. Bahkan saat dia sedang bersama dengan pasangannya secara fisik, tetapi pikirannya dipenuhi dengan hal-hal lain.”

Sebagai media sosial, Facebook merupakan alat untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Ia juga dapat menghubungkan seseorang dengan mantan kekasih mereka. Hal ini dapat mendorong mereka untuk melakukan selingkuh, baik secara emosional atau bahkan berlanjut hingga hubungan fisik.

Dengan Facebook, para pasangan dengan mudah membandingkan kekasih mereka dengan tokoh masyarakat, yang membuat peningkatan masalah yang mereka hadapi.

“Media sosial merupakan sebuah sumber utama yang menunjukkan bahwa hidup materialistis adalah hidup yang baik,” kata Sippy. Smartphone lalu menjadi “orang ketiga” dalam sebuah hubungan. Inilah yang membuat hubungan antar pasangan tidak bisa berkembang.

Setelah sebuah hubungan berakhir, terkadang seseorang “menguntit” mantan mereka melalui media sosial. Dan hal ini memiliki dampak psikologis. Sippy menjelaskan, biasanya, seseorang akan menguntit akun media sosial mantan mereka karena mereka ingin tahu bagaimana keadaan sang mantan setelah putus.

Ada beberapa cara yang disarankan oleh para psikolog untuk mengurangi efek buruk dari media sosial dalam hubungan seseorang. “Anda perlu belajar untuk mengendalikan diri dalam menggunakan media sosial. Anda juga perlu melakukan instropeksi mengenai kebutuhan dan keinginan Anda,” kata Sippy.

loading...