HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Oposisi Suriah Temui Utusan PBB, Desak Isu Kemanusiaan

1

HARIANACEH.co.id – Delegasi oposisi Suriah yang didukung Arab Saudi bertemu utusan khusus PBB Staffan de Mistura untuk pertama kalinya terkait upaya memperbaiki kondisi kemanusiaan di Suriah.

“Kami datang ke Jenewa setelah menerima jaminan dan komitmen. Kami ingin ada kemajuan serius pada kondisi kemanusiaan,” kata bagian oposisi negosiasi delegasi Suriah Bassma Kodmani, seperti dikutip Reuters, Senin (1/2/2016).

“Kita tidak bisa memulai negosiasi politik jika orang-orang masih jalan di tempat,” lanjutnya lagi.

Delegasi yang mewakili Komite Negosiasi Tinggi (HNC) berusaha menghentikan serangan terhadap wilayah sipil, pembebasan tahanan dan pencabutan blokade. Langkah-langkah yang disebutkan dalam resolusi Dewan Keamanan yang disetujui bulan lalu adalah mendukung proses perdamaian untuk Suriah.

Kodmani juga mengatakan mereka telah menerima jaminan dari de Mistura, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry.

Ia menambahkan pula bahwa sejak dorongan untuk pembicaraan dimulai, pasukan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia tampaknya ‘tuli’ terhadap tuntutan tersebut ditandai dengan aksi militer yang meningkat.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB dirilis sebulan lalu, yang mendesak semua kubu untuk memberikan akses bantuan kemanusiaan ke semua daerah membutuhkan di Suriah, membebaskan tahanan dan berhenti menggempur area yang dihuni warga sipil.

Koordinator oposisi Riad Hijab, yang tidak termasuk dalam delegasi di Jenewa, pernah mengatakan bahwa harus ada perkembangan signifikan dari bantuan kemanusiaan untuk menjustifikasi kehadiran pihaknya dalam dialog damai.

Salim al-Muslat, juru bicara Komite Negosiasi Suriah (HNC), mengatakan Assad harus membebaskan wanita dan anak-anak dari penjara pemerintah serta mengizinkan adanya penyaluran bantuan ke beberapa daerah yang diblokade.

“Kami sangat ingin negosiasi ini sukses. Tapi kami harus bertanya ke kubu sebelah. Kubu sebelah berpura-pura mewakili warga Suriah. Pada kenyataannya, dia (Assad) membunuh warga Suriah,” tutur Muslat.

Dalam perang sipil di Suriah yang sudah memasuki tahun kelima, lebih dari 250 ribu orang telah tewas dan 10 juta lainnya terusir dari rumah masing-masing. Hampir setengah juta warga Suriah tinggal di area yang terblokade dari bantuan kemanusiaan.

loading...