HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Paham Gafatar Masih Dikaji MUI Pamekasan

5

HARIANACEH.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mengaku belum mengeluarkan fatwa apa pun untuk organisasi kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Terutama fatwa terkait tudingan bahwa Gafatar mengajarkan paham sesat kepada pengikutnya.

“MUI Kabupaten Pamekasan secara kelembagaan belum melakukan kajian dan penelitian terhadap Gafatar, sehingga sampai keterangan ini ditulis, kami belum mengeluarkan fatwa atau pernyataan bahwa Gafatar tidak haram atau Gafatar tidak ajarkan paham sesat,” kata Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rachbini Abd Latif dikutip dari Antara, Senin (1/2/2016).

Ali menuturkan, pihaknya sempat mewawancarai seorang eks pengikut Gafatar terkait paham dan ajaran Gafatar yang dituding menyimpang dari Islam sebenarnya. Namun dari hasil sementara yang ia dapatkan, tidak ada yang menyimpang.

Adalah Anggota Komisi Fatwa Kiai Abdul Qodir Hamid yang melontarkan sejumlah pertanyaan kepada mantan Anggota Gafatar, Siti Djunaidah. Hasil sementara, yang bersangkutan tetap dalam Iman dan Islam.

“Tapi  (sampai sekarang) tidak ada kesimpulan ataupun pernyataan bahwa Gafatar tidak mengajarkan paham sesat,” tegas Ali.

Sebelumnya, pada 26 Januari 2016 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans) Pamekasan menjemput mantan anggota Gafatar Siti Djunaidah dari Asrama Transito Disnakertran Surabaya.

Sebelum dipulangkan ke rumahnya di Blok H Nomor 10 Perumnas Tlanakan, Siti Djunaidah terlebih dahulu dibawa mampir ke Takmir Masjid Al Furqon di Kecamatan Tlanakan, karena dikhawatirkan telah menganut ajaran sesat.

Ketua Takmir Masjid Al Furqon, Kiai Abdul Qodir Hamid terlebih dahulu mewawancarai Siti Djunaidah seputar kewajiban umat Islam sebagaimana tertuang dalam rukun Islam.

“Apakah ibu mengerjakan salat, puasa dan zakat,” tanya kiai yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pamekasan itu.

“Iya, saya tetap mendirikan shalat, menjalankan puasa dan memberi zakat,” jawab Siti Djunaidah.

Kepada Kiai ini, Siti juga menjelaskan, bahwa dirinya berangkat ke Kalimantan dan bergabung dengan Gafatar untuk bertani dan beternak. Siti mengaku memang hobi bercocok tanam.

Atas jawaban itu, Abdul Qodir berkesimpulan bahwa mantan anggota Gafatar tersebut tetap berpegang teguh pada ajaran Islam yang sebenarnya. “Tidak perlu dibaiat lagi, karena Ibu Siti Djunaidah masih muslimah dan belum keluar dari Islam,” tegas Abdul Qodir.

Selama bergabung dengan Gafatar, perempuan yang sudah lanjut usia itu menegaskan, dirinya tidak pernah mendapatkan ajaran seputar paham dan keyakinan. Akan tetapi, lanjut Siti, dirinya hanya mendapatkan ajaran terkait teknik bercocok tanam dan berternak.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time