HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sistem Olah Air Sungai Siap Minum Dimiliki Eks Gafatar

3

HARIANCEH.co.id – Di tengah berbagai penilaian, eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) punya kemampuan yang tak banyak dimiliki orang lain. Salah satunya, keahlian membuat sistem pengolahan air menjadi layak konsumsi.

Adalah Amri Cahyono, yang bisa menciptakan sistem pengolahan air sungai menjadi siap minum. Amri yang kini berada di Gedung Youth Center, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan, pembuatan sistem pengolahan air itu dilakukan saat di Mempawah, Kalimantan Barat.

Amri mengaku pembuatan sistem pengolahan air itu karena masyarakat di Mempawah kerap kesulitan mendapatkan air layak konsumsi. Pembuatan alat tersebut, menggunakan teknologi modern dan disesuaikan dengan kondisi di Kalimantan.

“Air sungai di sana keruh. Beranggotakan sembilan orang, kami membuat sistem pengolahan supaya air sungai bisa langsung layak konsumsi,” kata Amri, Senin (1/2/2016).

Amri menjelaskan, mula-mula tim bentukannya menyiapkan dua bak penampungan air dari kayu dan terpal sebanyak dua buah. Diperkirakan, daya tampung setiap bak mencapai 20 ribu liter. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat sistem penyaringan air itu mencapai Rp15 juta.

Setelah bak tersedia, kemudian dilengkapi dengan sejumlah perangkat, seperti pipa dan alat untuk menyaring air. Selesai tersusun, bak besar itu diisi air sungai hingga hampir penuh.

“Habis itu kami tunggu sampai dua jam agar kotoran di air mengendap. Jika air warna hitam, waktu pengendapan bisa lebih lama,” kata alumnus Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia ini.

Setelah mengendap, air disaring melalui pipa menuju bak khusus yang bisa menampung setidaknya 1.500 liter.

“Lalu air kami alirkan ke dua tempat, satu ke perkampungan, satu lagi ke penyaringan yang bisa membuat air langsung layak minum,” ujarnya.

Amri mencatat, air yang bisa disaring dalam satu hari bisa mencapai 30 ribu liter. Air bersih itu bahkan bisa mencukupi kebutuhan 400 orang, baik untuk mandi hingga dikonsumsi.

Ia menambahkan, air yang diolah itu pernah dilakukan tes ke laboratorium ke Dinas Kesehatan, Kalbar. Hasilnya, “Indeks kelayakan air hasil penyaringan jauh di atas stadard yang ditetapkan,” ujarnya.

loading...