HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Terlambat Memecat Pejabat DKI, Ahok Merasa Menyesal

13

HARIANACEH.co.id – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sering memecat pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ahok merasa kerap terlambat memecat karyawan yang ia nilai tidak kompeten.

Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan pergantian Kepala Dinas Tata Air Tri Djoko Sri Margianto. Ahok mengatakan, Tri terlalu banyak alasan dalam menyelesaikan tugas.

Dia mengaku terlambat mengganti Tri. Ahok memprediksi kalau Tri diganti sejak 2014, mungkin semua proyek penghubung sungai sudah selesai tahun ini.

“Saya kadang-kadang menyesal terlambat pecat orang. Saya lambat dalam memecat,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2016).

Suasana saat paparan hasil seleksi terbuka camat dan lurah untuk wilayah Pemprov DKI Jakarta
Suasana saat paparan hasil seleksi terbuka camat dan lurah untuk wilayah Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Selasa 25 Juni 2013. (MI/Atet Dwi Pramadia)

Untuk orang nomor satu di Dinas Tata Air, Ahok melihat mantan camat lebih menguasai. Karena itu akhirnya Ahok mengganti Tri dengan Teguh Endarwan, mantan Camat Pulogadung.

Ahok yakin kepala dinas yang sebelumnya menjabat camat lebih berani dalam mengambil kebijakan karena tahu seluk beluk masalah perkotaan. Kalau ada masalah bisa langsung diselesaikan.

“Sekarang Matraman-Cawang tidak banjir karena kepala Dinas Tata Air (Teguh Endarwan) sekarang berani mengeksekusi,” ujar Ahok.

Penyesalannya tak sampai di Dinas Tata Air saja. Mantan Bupati Belitung Timur ini juga menyesal terlalu lama mengganti Direktur Utama PT TransJakarta Antonius Kosasih.

Di era Antonius, Ahok mengatakan, selalu ada masalah di PT TransJakarta. Kini, kursi Antonius diduduki mantan bos perusahaan travel Budi Kaliwono.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat