HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Di Lebanon, Pengungsi Perempuan Suriah Hadapi Pelecehan

5

HARIANACEH.co.id – Kelompok pemerhati HAM, Amnesty International menyebutkan bahwa para pengungsi perempuan asal Suriah yang ditempatkan di Lebanon, menderita pelecehan dan eksploitasi.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Amnesty, 70 persen dari lebih satu juta pengungsi Suriah di Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka juga selama ini dihadapkan pada minimnya bantuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Laporan tersebut dikeluarkan menjelang konferensi donor untuk Suriah, di London, Inggris pekan ini. Melalui laporan ini, Amnesty meminta diberikan banyak bantuan lagi untuk pengungsi Suriah.

Perempuan menjadi perhatian utama dari pihak Amnesty. Menurut Amnesty, pengungsi perempuan kerap menjadi korban eksploitasi.

“Banyak dari pengungsi perempuan yang bekerja dengan gaji sangat minim. Mereka juga dihadapkan pada pelecehan seksual dari majikan yang memperkerjakan dan bahkan polisi,” ujar peneliti  jender Amnesty International, Kathryn Ramsay, seperti dikutip AFP, Selasa (1/2/2016).

“Mereka kerja dengan gaji yang tidak pantas, tinggal di rumah yang kotor dan juga dihadapkan bahwa ketidakstabilan finansial. Hal ini menyebabkan banyak pihak berkuasa mengambil kesempatan,” lanjutnya.

Selain itu, aturan yang diperketat menyebabkan banyak dari pengungsi tidak bisa memperbaharui izin tinggalnya. Hal tersebut mengartikan mereka hidup Lebanon dengan status ilegal dan menjadi target penganiayaan.

loading...