HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Fraksi Partai Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ini Alasannya

5

HARIANACEH.co.id – Partai Gerindra memutuskan menolak revisi terhadap Undang-undang Nomor 30 Tahun 2012 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Partai bentukan Prabowo Subianto ini memandang empat poin yang diusulkan untuk direvisi akan melemahkan kerja KPK.

Wakil Ketua Komisi III fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa, mengatakan, sikap itu belum final. Gerindra, kata dia, masih akan mengkaji lagi draf revisi. Namun demikian partainya beranggapan poin-poin yang diusulkan pemerintah terkesan memperlemah KPK.

“Kalau ini kesimpulannya memperlemah, kami akan menolak, seperti kemarin rapat di Baleg,” kata Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).

Salah satu pelemahan yang nampak dari revisi ini yakni poin usulan agar KPK dapat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Padahal, selama ini KPK satu-satunya lembaga penegak hukum yang tidak punya wewenang menerbitkan SP3.

Selain itu, Gerindra juga mempertanyakan poin usulan keberadaan lembaga pengawas untuk mengatur izin penyadapan KPK. Dia khawatir, lembaga pengawas malah akan membatasi ruang gerak KPK dalam melakukan penyadapan.

“Kita kan harus melihat secara detail pengawasannya dalam rangka untuk apa. Penyadapan ini harus izin juga, ini ada apa dengan persetujuan? Ini kan harus kita lihat secara detail. Apakah ini membatasi ruang gerak atau tidak?Harus persetujuan misalnya dari pengadilan atau dari pengawas. Kalau membatasi gerak, padahal KPK perlu bergerak dengan lincah. Nah ini lah yang menurut kami perlu mencermati tidak buru-buru menerima (revisi UU KPK),” jelas dia.

Untuk itu, Desmond menambahkan, Gerindra masih akan menunggu pendapat KPK terkait revisi ini. Jika KPK menolak, Gerindra pun akan tetap menolak adanya revisi tersebut.

“Jadi apa pendapat KPK, Fraksi Gerindra akan ikut itu. Karena merekalah pemakai dan pengguna UU itu. Jadi kalau KPK menolak kita akan menolak,” kata dia.

loading...