HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

PBB: Indikasi Kuat Kejahatan Perang Adalah Kelaparan di Suriah

4

HARIANACEH.co.id – Kelaparan warga sipil di Suriah dinilai sebagai indikasi adanya kejahatan terhadap kemanusiaan. Pelakunya harus diseret ke jalur hukum, dan tidak seharusnya mendapatkan amnesti terkait upaya mengakhiri konflik yang sudah memasuki tahun kelima.

“Dalam kasus Suriah, kami ingin mengingatkan semua orang, bahwa di mana ada dugaan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan, amnesti tidak boleh diturunkan,” ungkap Kepala Komisi Hak Asasi Manusia PBB Zaid Ra’ad Al Hussein dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Swiss, seperti dikutip Reuters, Senin (1/2/2016).

Ia mengungkapkan kelaparan di kota Madaya dan pengepungan belasan kota lain di Suriah bukan saja sebuah kejahatan perang, tapi juga terhadap kemanusiaan.

“Kami memperkirakan puluhan ribu orang ditahan sewenang-wenang dan jelas mereka harus dibebaskan,” tambah Zeid.

Akhir Januari lalu, 16 orang tewas akibat kelaparan parah di Madaya. Sebagian besar korban mengalami malnutrisi akut karena kurangnya asupan makanan.

“Laporan kematian ini membuat jumlah korban tewas akibat kelaparan di Madaya, menjadi 46 jiwa sejak dilaporkan Desember,” ucap organisasi Doctor Without Borders.

Menurut data PBB, perang sipil di Suriah yang meletus pada 2011 telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang. Konflik ini juga memicu eksodus warga ke benua Eropa, yang disebut-sebut sebagai krisis keimigrasian terbesar setelah Perang Dunia II.

loading...