HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Rupiah Bisa Kena Imbas Dari Melemahnya Harga Minyak Dunia

1

HARIANACEH.co.id – Kembali melemahnya harga minyak dunia di area USD30 per barel membuat mata uang negara berkembang berbasis komoditas akhirnya melemah. Pada akhirnya penguatan USD terjadi hampir di semua mata uang negara berkembang.

“Penguatan tersebut terjadi karena para pelaku pasar melakukan aksi beli terhadap USD, di mana sebelumnya USD dalam beberapa hari terakhir terus mengalami pelemahan,”‎ ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada‎ dalam keterangan risetnya‎, Rabu (3/2/2016).

Meski sentimennya negatif, tapi diakui Reza, gerak rupiah pada data Bank Indonesia (BI) terlihat masih mampu bertahan di zona hijau, seiring masih adanya imbas positif dari stabilnya inflasi dan afirmasi Moody’s sebelumnya.

Sebelumnya sudah disampaikan, gerak rupiah di akhir pekan kemarin kembali menunjukkan penguatannya, seiring harga minyak dunia yang turut melanjutkan penguatannya. Reza memperkirakan mata uang Garuda ini dapat kembali terus melanjutkan penguatan jelang rilisnya data-data ekonomi Indonesia. Selain itu,capital inflow yang terlihat kembali masuk baik di ekuitas maupun obligasi membuat semakin bergairah penguatan lanjutan indeks.

Reza menuturkan, harga minyak yang kembali melemah menjadikan sentimen negatif bagi rupiah, sehingga memberikan ruang bagi USD untuk berbalik menguat. Secara teknikal, penguatan Rupiah membentuk Bullish Piercing Lineyang berarti penguatan rupiah dapat kemungkinan berlanjut secara jangka pendek.

“Tetap cermati sentimen yang ada terhadap rupiah. Level support pada Rp13.690 per USD, dan resisten Rp13.545 per USD,” pungkas Reza.

loading...